Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tips Memilih Tumbler yang Aman untuk Kesehatan: Rekomendasi dari Para Ahli

Hakam Alghivari • Rabu, 3 Desember 2025 | 23:32 WIB
Tips memilih tumbler yang aman bagi kesehatan.
Tips memilih tumbler yang aman bagi kesehatan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penggunaan tumbler kini menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Namun dari sisi kesehatan, pemilihan bahan wadah minum tidak bisa dianggap remeh.

Sejumlah lembaga kesehatan global menegaskan bahwa baik tumbler plastik maupun stainless steel sama-sama aman, asalkan digunakan sesuai batas materialnya.

Plastik: Aman untuk Minuman Dingin, Perlu Waspada Suhu Panas

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, migrasi bahan kimia dari plastik—termasuk BPA dan bahan pengganti BPA—berpotensi meningkat ketika wadah terpapar suhu tinggi. Dalam dokumen “Use of Bisphenol A (BPA) in Food Contact Applications”, FDA menekankan bahwa plastik food-grade aman digunakan untuk makanan atau minuman bersuhu ruang dan dingin, tetapi tidak direkomendasikan untuk minuman panas.

Pandangan serupa disampaikan European Food Safety Authority (EFSA) dalam laporan ilmiah 2023 mengenai penilaian risiko BPA. EFSA menjelaskan bahwa paparan suhu tinggi atau kondisi asam dapat memicu migrasi kimia dari beberapa jenis plastik, meski produk tersebut berlabel BPA-free.

Karena itu, tumbler plastik lebih aman digunakan untuk:

Sebaliknya, wadah plastik tidak dianjurkan untuk kopi, teh panas, minuman berkarbonasi, atau cairan bersuhu tinggi.

Stainless Steel: Lebih Stabil, tetapi Kualitas Material Menjadi Faktor Penting

Tumbler stainless steel menjadi pilihan banyak orang karena mampu menahan suhu panas maupun dingin. Material ini umumnya stabil dan tidak bereaksi dengan cairan pada suhu tinggi.

Namun, beberapa riset ilmiah, termasuk studi dalam Journal of Food Protection dan International Journal of Environmental Research and Public Health (IJERPH) menemukan bahwa stainless berkualitas rendah yang permukaannya tergores dapat melepaskan unsur nikel dan kromium dalam jumlah kecil. Meski masih berada dalam batas aman, paparan nikel dapat memicu reaksi alergi pada sebagian kecil orang yang sensitif.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Kerap Dianggap Aneh, namun Punya Manfaat Luar Biasa Tingkatkan Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Untuk alasan itu, pakar kesehatan biasanya menyarankan penggunaan tumbler berbahan:

Kedua jenis stainless ini juga digunakan dalam standar material industri makanan (AISI/ASTM).

Faktor Kebersihan: Risiko Justru Pada Tutup dan Karet Penyegel

Berdasarkan panduan World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kontaminasi bakteri pada wadah minum lebih sering terjadi bukan pada bahan utamanya, melainkan pada tutup, sedotan, dan karet penyegel (seal ring). Bagian-bagian kecil ini mudah menyimpan lembap dan sisa cairan, sehingga menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

CDC merekomendasikan beberapa langkah sederhana:

Pemilihan Material Sesuai Kebutuhan

Dari sudut pandang kesehatan, tidak ada satu jenis tumbler yang sepenuhnya unggul. Masing-masing memiliki batas aman yang jelas menurut sumber ilmiah.

Seiring meningkatnya kesadaran kesehatan publik, informasi berbasis riset seperti ini penting dipahami masyarakat. Tumbler bukan hanya soal gaya hidup, tetapi bagian dari praktik kesehatan sehari-hari yang memerlukan penggunaan tepat, material yang sesuai, dan perawatan yang benar. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#memilih #kesehatan #tumbler #tips