RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ginjal adalah organ vital yang berfungsi layaknya "filter" alami tubuh. Tugas utamanya adalah menyaring limbah, racun, dan cairan berlebih dari darah, yang kemudian dikeluarkan melalui urine.
Karena fungsinya yang krusial, penurunan fungsi ginjal sering kali memicu serangkaian gejala yang memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh.
Penyakit ginjal, terutama pada tahap awal (stadium awal), seringkali tidak menunjukkan gejala spesifik atau mirip dengan penyakit ringan lainnya.
Karena itu, penting untuk mengenali 10 tanda utama berikut agar Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Tanda-Tanda Ginjal Bermasalah
1. Perubahan Frekuensi dan Tampilan Urine
Ginjal yang bermasalah seringkali kesulitan menyaring limbah, yang memengaruhi produksi urine.
Sering Buang Air Kecil (terutama di malam hari): Hal ini terjadi karena ginjal kehilangan kemampuan untuk menahan cairan di malam hari.
Urine Berbusa: Busa yang berlebihan dan tidak hilang seperti busa pada kocokan telur menandakan tingginya kadar protein (albumin) yang bocor ke urine (Proteinuria).
Darah dalam Urine (Hematuria): Filter ginjal yang rusak memungkinkan sel darah ikut keluar bersama urine, membuat urine berwarna kemerahan atau kecokelatan.
Jumlah Urine Berkurang: Pada kasus yang lebih parah, produksi urine dapat menurun drastis.
2. Pembengkakan (Edema)
Ginjal yang tidak mampu mengeluarkan kelebihan natrium (garam) dan air dari tubuh menyebabkan penumpukan cairan.
Pembengkakan biasanya terjadi pada kaki, pergelangan kaki, tangan, dan di sekitar mata (wajah).
3. Kelelahan Ekstrem yang Tidak Wajar
Ginjal yang sehat memproduksi hormon Erythropoietin (EPO) yang memberi sinyal pada tubuh untuk membuat sel darah merah. Jika ginjal rusak, produksi EPO menurun, menyebabkan:
Anemia: Kekurangan sel darah merah, yang berujung pada tubuh mudah lemas, lelah, dan kurang berenergi.
4. Kulit Kering dan Gatal yang Kronis
Penumpukan limbah dan racun (urea) dalam darah, yang seharusnya disaring oleh ginjal, dapat memicu masalah pada kulit.
Kondisi ini menyebabkan kulit terasa gatal yang tidak tertahankan (pruritus), kering, dan kadang muncul ruam.
5. Sesak Napas
Sesak napas dapat terjadi karena dua alasan:
Anemia yang disebabkan oleh kerusakan ginjal (kekurangan oksigen karena kurangnya sel darah merah).
Penumpukan cairan di paru-paru (edema paru) akibat ginjal tidak mampu membuang cairan berlebih.
6. Mual, Muntah, dan Nafsu Makan Menurun
Penumpukan limbah dalam darah (disebut Uremia) dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman.
Baca Juga: Ingin Minuman Sehat Segar, Tapi Malas Membuat Jus Buah? Coba Infused Water, Begini Manfaatnya
Sering merasa mual, muntah, hingga kehilangan selera makan.
7. Nyeri Pinggang atau Punggung Bawah
Rasa nyeri dapat muncul jika terjadi masalah spesifik pada ginjal.
Nyeri biasanya terasa di punggung bagian bawah atau di sisi tubuh (di bawah tulang rusuk), dan dapat menjalar ke perut atau selangkangan (sering terkait dengan batu ginjal atau infeksi).
8. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) yang Sulit Dikendalikan
Ginjal berperan penting dalam mengatur tekanan darah.
Kerusakan pada ginjal dapat menyebabkan Hipertensi yang sulit diobati atau tekanan darah tinggi yang muncul pada usia muda.
9. Sulit Tidur (Insomnia) dan Kram Otot
Penumpukan racun dalam darah dapat mengganggu kualitas tidur.
Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit (seperti kalsium, kalium, dan natrium) akibat gangguan fungsi ginjal dapat memicu kram otot yang sering terjadi di kaki pada malam hari.
10. Bau Mulut Seperti Amonia (Logam)
Penumpukan urea dalam darah yang tidak terbuang dengan baik dapat menyebabkan napas dan mulut berbau tidak sedap, terkadang terasa seperti logam (metalik taste).
Penting untuk diingat: Gejala-gejala di atas dapat juga disebabkan oleh kondisi medis lain. Pemeriksaan kesehatan oleh dokter, seperti tes urine, tes darah (mengukur kreatinin dan eGFR).
Serta, USG ginjal adalah cara yang paling akurat untuk mendiagnosis masalah ginjal. Jika Anda mengalami gabungan dari beberapa gejala ini, segera konsultasikan dengan profesional medis. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko