Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Rambut Rontok: Mengupas Akar Masalah dan Cara Mengatasi

Hakam Alghivari • Jumat, 15 Agustus 2025 | 15:32 WIB
Ilustrasi foto rambut rontok.
Ilustrasi foto rambut rontok.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rambut bagi banyak orang bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga simbol identitas dan rasa percaya diri.

Ketika helai demi helai mulai berjatuhan di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi, rasa cemas pun sering muncul.

Kerontokan rambut dapat terjadi secara bertahap maupun mendadak. Ada yang diawali penipisan di puncak kepala, ada pula yang membentuk bercak botak, bahkan ada yang mengalami kerontokan masif usai sakit atau stres berat.

Semua kondisi itu bukan hanya urusan estetika, tetapi sinyal tubuh yang patut diwaspadai.

Memahami penyebab kerontokan menjadi langkah awal sebelum memutuskan langkah perawatan.

Tanpa pengetahuan yang tepat, upaya mengembalikan rambut bisa sia-sia, atau bahkan memperparah masalah yang ada.

Penyebab Rambut Rontok: Dari Genetik hingga Gaya Hidup

Kerontokan rambut tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Kombinasi faktor biologis, medis, hingga kebiasaan sehari-hari dapat memicunya.

1. Faktor Genetik dan Hormon

Kebotakan berpola adalah penyebab paling umum, dipicu oleh kombinasi gen dan pengaruh hormon tertentu.

Laporan American Academy of Dermatology menyebut, risiko meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pola berbeda pada pria dan wanita.

2. Perubahan Fase Pertumbuhan Rambut

Kondisi di mana banyak folikel rambut masuk fase istirahat secara bersamaan dapat menyebabkan kerontokan massal.

Fenomena yang dalam publikasi Mayo Clinic disebut telogen effluvium ini sering terjadi usai stres berat, sakit, operasi besar, melahirkan, atau diet ketat.

3. Gangguan Autoimun

Beberapa kondisi membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Data National Institutes of Health (NIH) mencatat gejalanya berupa bercak botak berbentuk bulat pada kulit kepala atau area berambut lainnya.

4. Efek Obat atau Paparan Zat Tertentu

Kemoterapi, paparan racun, atau konsumsi obat tertentu dapat menyebabkan kerontokan drastis.

Panduan National Health Service (NHS) menegaskan, rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah pemicu dihilangkan.

5. Masalah Kesehatan Lain

Gangguan tiroid, infeksi kulit kepala, lupus, kekurangan vitamin D, protein, atau zat besi dapat memperparah kerontokan.

Kebiasaan menata rambut dengan ikatan kencang, pewarnaan berulang, atau penggunaan panas berlebihan juga menjadi faktor yang sering diabaikan.

Pilihan Penanganan: Satu Diagnosis, Banyak Strategi

Tidak ada metode tunggal yang cocok untuk semua kasus kerontokan. Langkah pertama adalah mengidentifikasi penyebab melalui pemeriksaan medis yang tepat.

1. Perawatan Topikal dan Oral

Baca Juga: Skincare Malam Hari yang Wajib Dipakai Perempuan Usia 30-an: Menurut Dermatolog

2. Terapi Modern

3. Pendekatan Nutrisi dan Gaya Hidup

4. Menangani Penyebab Sistemik

Jika kerontokan disebabkan oleh penyakit tertentu atau kekurangan nutrisi, fokus penanganan diarahkan pada penyembuhan masalah utama. Rambut biasanya ikut membaik seiring pemulihan kondisi tubuh.

5. Prosedur Medis

Kunci utama dari seluruh proses ini adalah mendapatkan diagnosis yang tepat sebelum memulai perawatan.

Dengan memahami akar masalah, strategi yang dipilih akan lebih tepat sasaran dan peluang keberhasilannya meningkat. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#rambut rontok #akar masalah #mencegah #penyebab #Cara Mengatasi