Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

7 Tanda Tubuh Kekurangan Serat, dan Cara Mengatasinya

Hakam Alghivari • Kamis, 17 Juli 2025 | 01:03 WIB
Ilustrasi sakit perut.
Ilustrasi sakit perut.

Mengapa Serat Itu Penting?

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Serat adalah komponen penting dalam makanan yang berasal dari tumbuhan dan tidak bisa dicerna tubuh. Meski tak memberi energi langsung seperti karbohidrat atau lemak, serat punya peran vital dalam menjaga sistem pencernaan, mengontrol kadar gula darah, hingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Menurut Harvard School of Public Health, asupan serat harian yang direkomendasikan adalah 25–30 gram per hari. Sayangnya, sebagian besar orang hanya mengonsumsi sekitar 15 gram, alias jauh dari cukup.

Kekurangan serat bisa memunculkan berbagai gejala yang sering dianggap remeh. Berikut adalah tanda-tanda tubuh kekurangan serat yang wajib kamu waspadai.

1. Susah Buang Air Besar (Konstipasi)

Gejala paling umum dari kekurangan serat adalah sembelit. Serat membantu menyerap air dan menambah volume feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Tanpa cukup serat, proses buang air besar menjadi tidak teratur, keras, dan menyakitkan.

Menurut Dr. David Poppers, ahli gastroenterologi dari NYU Langone Health, orang yang tidak mendapatkan cukup serat mungkin hanya buang air besar 2–3 kali per minggu. 

2. Sering Merasa Lapar Meski Sudah Makan

Serat membuat kita merasa kenyang lebih lama karena memperlambat pengosongan lambung. Jika kamu cepat lapar setelah makan, padahal porsinya cukup, bisa jadi karena kandungan serat dalam makananmu rendah.

Makanan berserat tinggi seperti oat, apel, dan kacang-kacangan membantu mengontrol nafsu makan dan cocok untuk kamu yang sedang menjaga berat badan.

3. Perut Kembung atau Tidak Nyaman

Ironisnya, kurang serat juga bisa membuat perut terasa begah atau kembung, karena pencernaan tidak berjalan optimal. Makanan cenderung tinggal lebih lama di usus, memicu fermentasi berlebihan oleh bakteri, dan menghasilkan gas.

Namun, perlu diingat: meningkatkan asupan serat terlalu cepat juga bisa menyebabkan kembung. Kuncinya ada pada peningkatan yang bertahap dan disertai cukup air.

4. Mudah Lelah atau Kurang Fokus

Kekurangan serat dapat membuat kadar gula darah naik-turun tidak stabil. Serat, terutama tipe larut air (seperti pada chia seed, oatmeal), membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam darah.

Tanpa cukup serat, gula darah bisa melonjak dan turun drastis, membuat tubuh merasa lelah, mengantuk, dan sulit fokus. Dalam jangka panjang, ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

5. Kolesterol Tinggi

Serat, terutama jenis larut air, terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jika hasil cek laboratoriummu menunjukkan kolesterol tinggi padahal kamu sudah menghindari makanan berlemak, bisa jadi asupan serat harianmu masih rendah.

Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi 10 gram serat larut per hari bisa menurunkan kadar LDL hingga 5%.

6. Berat Badan Sulit Turun

Serat membantu kamu merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan ngemil. Jika kamu sedang diet tapi sulit sekali melihat hasilnya, bisa jadi bukan karena makan terlalu banyak, tapi karena makananmu tidak cukup berserat.

Sayuran hijau, buah utuh, dan biji-bijian adalah sekutu terbaik dalam menurunkan berat badan secara sehat dan alami.

7. Kulit Kusam atau Sering Jerawatan

Kulit adalah cerminan dari apa yang terjadi di dalam tubuh. Jika sistem pencernaan tidak berjalan baik karena kekurangan serat, racun bisa menumpuk dalam tubuh dan memengaruhi kesehatan kulit.

Meski bukan satu-satunya penyebab, kekurangan serat membuat proses detoksifikasi alami tubuh terganggu, dan ini bisa berdampak pada kulit yang lebih kusam, kusut, bahkan mudah berjerawat.

Cara Mengatasi Kekurangan Serat

Berikut beberapa langkah mudah untuk memenuhi kebutuhan serat harian:

1. Ganti Nasi Putih dengan Nasi Merah atau Quinoa

Pilih karbohidrat kompleks dan utuh. Nasi merah, oats, dan quinoa mengandung lebih banyak serat dibanding nasi putih.

2. Tambah Sayur di Setiap Makan

Minimal setengah dari isi piringmu harus berisi sayuran beragam warna. Bayam, brokoli, wortel, dan kol adalah pilihan kaya serat.

3. Konsumsi Buah Utuh, Bukan Jus

Makan apel atau pir utuh jauh lebih sehat dibanding jus, karena seratnya tidak hilang. Buah dengan kulit bisa jadi sumber serat terbaik.

4. Tambahkan Kacang dan Biji-Bijian

Almond, kacang merah, lentil, chia seed, dan flaxseed bisa kamu taburkan ke smoothie, salad, atau sereal.

5. Minum Air yang Cukup

Serat bekerja optimal jika tubuh terhidrasi dengan baik. Minumlah 8–10 gelas air per hari agar serat tidak justru menyebabkan sembelit.

Serat bukan cuma urusan buang air besar. Ia adalah pilar penting dalam menjaga kestabilan tubuh—dari jantung, gula darah, berat badan, sampai kulit. Kalau kamu sering mengalami tanda-tanda di atas, mungkin sudah waktunya untuk mengubah isi piringmu hari ini.

Tak perlu langsung ekstrem, cukup tambahkan satu sumber serat di setiap waktu makan. Tubuhmu akan berterima kasih, dan kamu pun akan merasa jauh lebih ringan, segar, dan sehat. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#serat #tubuh #tanda tubuh #kekurangan #Melancarkan BAB