Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ternyata Bermain Tetris Dapat Menyembuhkan Trauma! Begini Penjelasannya Menurut Para Ahli

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 Juli 2025 | 02:41 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Permainan gim video Tetris, yang dikenal luas sejak era 1980-an sebagai permainan teka-teki visual, ternyata memiliki potensi manfaat dalam bidang kesehatan mental.

Penelitian psikologi kognitif dan klinis menunjukkan bahwa memainkan Tetris segera setelah mengalami kejadian traumatis dapat membantu meredakan dampak psikologis jangka pendek, termasuk mengurangi frekuensi kilas balik.

Salah satu penelitian paling dikenal mengenai hal ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Oxford dan dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry (2017). Dalam eksperimen tersebut, partisipan yang terpapar materi traumatis diminta untuk memainkan Tetris dalam waktu enam jam setelah paparan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang memainkan Tetris mengalami lebih sedikit kilas balik intrusif selama minggu-minggu berikutnya dibanding kelompok kontrol.

Menurut Emily Holmes, psikolog klinis dan peneliti utama dalam studi ini, Tetris memiliki kemampuan intervensi kognitif non-farmakologis yang mencegah pembentukan memori traumatis yang melekat.

Tetris membutuhkan perhatian visual dan spasial yang tinggi untuk menyusun balok-balok yang saling berjatuhan dengan cepat. Sehingga dalam prosesnya, Tetris bersaing dengan sumber daya otak yang seharusnya digunakan untuk mengkonsolidasikan ingatan traumatis visual.

Ketika seseorang terpapar kejadian traumatis, otak berusaha menyimpan memori tersebut, termasuk citra visual yang menyakitkan. Dengan memberikan beban kognitif alternatif seperti menyusun balok-balok Tetris secara berkelanjutan, proses penguatan memori visual tersebut dapat tertunda atau terganggu.

 Baca Juga: Kamu atau Teman Kamu Sedang Panik? Begini Tanda-Tandanya dan Cara Menenangkannya Menurut Psikolog

Permainan ini juga dikategorikan sebagai aktivitas dengan ritme terstruktur, yang dapat memberikan rasa kontrol dan keteraturan pada orang yang mengalami guncangan psikologis. Struktur permainan yang konsisten membantu menstabilkan respons emosional dan memberikan distraksi sehat yang bersifat sementara.

Meskipun demikian, bukan berarti Tetris dapat digunakan sebagai pengganti terapi kejiwaan. Beberapa orang mungkin tidak cocok atau menolak jika diajak bermain Tetris setelah mengalami trauma.

Dr. Holmes dan koleganya menegaskan bahwa efek Tetris paling signifikan jika digunakan dalam konteks pencegahan atau penanganan dini trauma.

Temuan mereka, efek terbaik terjadi jika Tetris dimainkan dalam 24-48 jam pascatrauma. Dalam proses penanganan trauma, Tetris dapat dimainkan untuk meredam trauma selama 6-24 jam, dengan lama waktu bermain sekitar 30 menit. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kejadian traumatis #Perhatian #psikologi #otak #Psikologi Klinis #kesehatan #dampak psikologis #Kesehatan Mental #Tetris #Terapi Kejiwaan #permainan #teka-teki #Trauma