RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Otak adalah pusat kendali seluruh aktivitas tubuh, mulai dari gerakan motorik, ingatan, hingga emosi. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pola hidup sehat dapat mendukung fungsi otak tetap optimal, mencegah penurunan kognitif, bahkan menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.
Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 50 juta orang di dunia menderita gangguan neurologis seperti demensia, dengan Alzheimer sebagai penyebab 60-70% kasus. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pencegahan dini melalui gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko penurunan fungsi otak hingga 40%.
Banyak Makan Sayur, Ikan dan Kacang
Salah satu cara efektif menjaga kesehatan otak adalah dengan mengatur pola makan bergizi seimbang. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayur, asam lemak omega-3 dari ikan laut dalam, serta kacang-kacangan dapat membantu melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, minum kopi dengan dosis ringan, kurang lebih 2-3 cangkir sehari dapat menurunkan risiko terkena sindrom Parkinson. Namun tentu, overdosis kopi justru berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan gangguan pola tidur.
Rajin Olahraga Aerobik
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa olahraga aerobik moderat sekitar 150 menit per minggu dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan membantu pembentukan sel otak baru di area hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori dan pembelajaran.
Selain aerobik, banyak pula olahraga serupa seperti yoga dan aerobik yang turut membantu mengurangi stres.
Cukup Tidur
Penelitian dari Universitas Harvard menyebut bahwa saat tidur, otak melakukan "pembersihan" racun dan produk limbah metabolik melalui sistem glymphatic. Tidur kurang dari 6 jam per malam dalam jangka panjang dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan meningkatnya risiko demensia.
Banyak Bersosialisasi
Sebuah studi dari Universitas Michigan menunjukkan bahwa hubungan sosial yang hangat dan komunikasi aktif dengan orang lain berkaitan erat dengan fungsi kognitif yang lebih baik di usia lanjut. Kegiatan sosial mendorong otak bekerja lebih aktif sehingga mengurangi risiko stres dan depresi yang dapat memengaruhi kesehatan otak.
Tetap Belajar Hal Baru
Kesehatan otak juga dipengaruhi oleh stimulasi mental. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience pada tahun 2020 menjelaskan bahwa aktivitas seperti membaca, menulis, belajar hal baru, bermain catur atau bermain alat musik dapat membantu memperkuat jaringan saraf otak dan memperlambat penuaan sel otak.
Secara keseluruhan, menjaga kesehatan otak membutuhkan pendekatan yang meliputi asupan nutrisi seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, stimulasi mental, kehidupan sosial sehat, dan pengelolaan stres. Di samping itu, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta mengelola stres berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana