RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banyak orang berpikir bahwa rajin olahraga saja sudah cukup untuk menjaga kesehatan. Padahal, menurut para ahli medis, tubuh manusia butuh keseimbangan yang lebih kompleks untuk benar-benar sehat secara menyeluruh.
Salah satu yang mengingatkan pentingnya hal ini adalah dr. Gilang Samudra, Sp.U, seorang spesialis urologi sekaligus pegiat gaya hidup sehat.
“Kesehatan itu tidak bisa dicapai cuma dari latihan aja,” ujarnya seperti dikutip dari kanal Youtube Tirta PengPengPeng pada Rabu (18/5).
Menurutnya, untuk mencapai kesehatan secara menyeluruh tidak cukup hanya mengandalkan olahraga fisik atau latihan. Namun, terdapat tiga pilar penting. "Aktivitas fisik, nutrisi, sama tidur yang berkualitas.” bebernya.
Dia menambahkan, tidak cukup hanya fokus pada satu aspek. Misalnya, olahraga rutin tanpa memperhatikan pola makan dan istirahat. Hal tersebut bahkan bisa menimbulkan cedera ketika melakukan aktivitas tertentu.
“Misalnya, kita latihannya oke nih, habis itu nutrisinya oke lah, protein dan lain-lain oke. Tapi kalau tidurnya kurang sebenarnya kita nggak sehat,” tambah dr. Gilang.
Baca Juga: Tidak Ingin Gigi Berlubang Hingga Sakit? Berikut Tips Ampuh Untuk Menjaga Kesehatan Gigi
Tiga Pilar Kesehatan Menurut Dokter
dr. Gilang menekankan bahwa aktivitas fisik, nutrisi, dan tidur adalah tiga fondasi utama kesehatan. Ketiganya saling mendukung dan tidak bisa berdiri sendiri.
-
Aktivitas Fisik:
Olahraga teratur terbukti meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot dan tulang, serta menjaga metabolisme tubuh. Namun, jika dilakukan berlebihan tanpa dukungan dua pilar lainnya, justru bisa berdampak negatif. -
Nutrisi:
Asupan gizi yang seimbang—karbohidrat kompleks, lemak sehat, protein berkualitas, vitamin, dan mineral—merupakan bahan bakar utama untuk pemulihan dan regenerasi sel. Banyak orang yang berolahraga keras tetapi kurang asupan protein atau mikronutrien, sehingga hasilnya tidak optimal. -
Tidur Berkualitas:
Ini yang sering dilupakan. Padahal, tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan, mengatur hormon, dan menguatkan sistem imun.
Penelitian dari Sleep Research Society (2020) menunjukkan bahwa kurang tidur kronis meningkatkan risiko cedera olahraga sebesar 60% pada atlet usia muda.
Sementara itu, jurnal Nutrients (2018) mencatat bahwa kekurangan mikronutrien seperti magnesium dan vitamin D bisa memperburuk kualitas tidur dan pemulihan otot.
Artinya, pola tidur dan gizi yang buruk bukan hanya mengurangi performa, tapi bisa menghambat pemulihan dan memperbesar potensi cedera, persis seperti yang disampaikan oleh dr. Gilang.
Baca Juga: Menurut Studi Olahraga Isometrik Adalah Cara Efektif Turunkan Tekanan Darah Tanpa Obat
Kesehatan adalah Keseimbangan
Pola hidup sehat bukan sekadar ikut kelas gym atau menghitung kalori makan siang. Kesehatan yang utuh menuntut keseimbangan antara gerak tubuh, asupan gizi, dan tidur yang cukup.
Jika salah satunya diabaikan, hasilnya bisa tidak maksimal atau bahkan menimbulkan masalah kesehatan baru. Seperti yang diingatkan dr. Gilang, jangan hanya bangga dengan sesi lari pagi dan menu sehat, tapi pastikan juga bahwa tubuh Anda mendapat haknya untuk istirahat. (kam)
Editor : Hakam Alghivari