Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Baru tahu? Ternyata Bukan dari Makanan, Ini Pemicu Alergi Kulit yang Sebenarnya

Hakam Alghivari • Selasa, 3 Juni 2025 | 01:47 WIB
Alergi kulit ternyata bukan disebabkan oleh makanan, lingkungan yang buruk ternyata ikut berpengaruh?
Alergi kulit ternyata bukan disebabkan oleh makanan, lingkungan yang buruk ternyata ikut berpengaruh?

RADARBOJONGEORO.JAWAPOS.COM - Ketika alergi kulit muncul hingga merasakan gatal-gatal, makanan sering kali menjadi kambing hitam. Banyak orang langsung menyalahkan konsumsi telur, seafood, atau kacang-kacangan sebagai penyebab utama munculnya ruam atau gatal. Padahal, penyebab sebenarnya justru sering luput dari perhatian.

Menurut dosen senior di FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.DVE, Subsp.DAI, Ph.D., banyak penderita alergi kulit sebenarnya memicu gejalanya bukan dari makanan, melainkan dari lingkungan sekitar dan kebiasaan perawatan kulit yang keliru.

“Kita sering menyalahkan makanan sebagai penyebab alergen. Tapi ternyata (alergen) dipicu lingkungan, atau bahkan dia pakai kosmetik yang terlalu menggerus kulit gitu. Membuat barrier kulit (tipis),” jelasnya seperti dilansir dari Kanal Youtube FKKMK UGM Official.

Produk-produk yang dianggap membuat kulit bersih atau putih justru kerap mengandung zat aktif yang terlalu keras. Sabun antiseptik, parfum dengan bahan kimia tertentu, hingga krim pemutih bisa merusak lapisan pelindung alami kulit. Ketika skin barrier ini menipis, alergen dari luar mudah masuk dan memicu peradangan atau reaksi alergi.

“Misalnya, sabunnya jangan yang terlalu antiseptik, jangan yang terlalu banyak parfum yang tertentu, jangan terlalu pakai pemutih, (barrier kulit) itu kan sebenernya untuk melindungi,” ujar dr. Awalia.

Perlu dipahami, kulit bukan hanya soal penampilan, tapi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. “Kulit itu adalah pertahanan tubuh,” kata dr. Sri, sehingga produk perawatan yang digunakan seharusnya membantu memperkuat perlindungan ini, bukan malah mengikisnya.

Lalu, apa sebenarnya penyebab paling dominan dari alergi kulit?

Jawabannya adalah alergen dari udara. Ini termasuk polusi, debu, dan zat kimia yang beterbangan di lingkungan sehari-hari yang disebut sebagai aeroalergen.

“Iya, jadi memang semua penyakit alergi itu kan utamanya dipicu oleh paparan bahan alergen. Nah, alergen itu memang paling banyak sebenarnya alergen yang ada di udara, di lingkungan,” ungkap dr. Sri Awalia.

“Kayak environment itu, lingkungan yang kayak polusi dari udara. Aeroalergen namanya. Kayak di pabrik-pabrik, kalau udara motor, (alergi asap) motor. Itu (pemicu) yang paling banyak,” sambungnya.

Dia mengungkapkan, bahwasannya penyebab alergi itu lebih banyak dipicu aeroalergen atau alergen udara di lingkungan sekitar.

“Sebenernya (penyebab alergi dari udara) lebih banyak dibandingkan makanan ternyata,” tuturnya.

Dengan pemahaman ini, penting bagi kita untuk lebih peduli terhadap kebersihan udara, pemilihan produk perawatan, dan gaya hidup yang mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh. Bukan hanya dengan menghindari makanan tertentu, tetapi juga melindungi kulit dari paparan luar yang lebih sering menjadi pemicu alergi. (kam)

Editor : Hakam Alghivari
#penyebab alergi #alergen #Gatal-Gatal #ahli dermatologi #alergi kulit