Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Efek Media Sosial, Tren Self-Diagnosis Kesehatan Mental di Kalangan Remaja, Bagaimana Menurut Studi?

Hakam Alghivari • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:44 WIB
Ilustrasi foto tangan dan obat. Self-diagnosis yang sedang tren apakah berbahaya?
Ilustrasi foto tangan dan obat. Self-diagnosis yang sedang tren apakah berbahaya?

RADARBOJONEGORO.JAWPAOS.COM – Penggunaan media sosial oleh remaja telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, terdapat kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan mental, terutama terkait tren self-diagnosis.

 Baca Juga: Ketahui 14 Penyakit Serius Akibat Stres Berkepanjangan yang Harus Kamu Waspadai!

Menurut survei Pew Research Center yang dilakukan pada September hingga Oktober 2024, sekitar 34% remaja di Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka setidaknya kadang-kadang mendapatkan informasi tentang kesehatan mental melalui media sosial.

Platform-platform ini memberikan akses mudah ke berbagai konten yang membahas topik kesehatan mental, mulai dari gejala gangguan hingga tips penanganan.

Risiko Self-Diagnosis yang Tidak Akurat

Meskipun akses informasi meningkat, American Psychological Association (APA) memperingatkan bahwa self-diagnosis dapat menimbulkan kesalahan persepsi, memperburuk kecemasan, dan menghambat individu untuk mencari bantuan profesional.

Informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap di media sosial dapat menyebabkan individu mengidentifikasi diri dengan gangguan tertentu tanpa evaluasi yang tepat, yang berpotensi memperburuk kondisi mereka.

Media sosial memiliki peran ganda dalam konteks ini. Di satu sisi, platform ini dapat meningkatkan kesadaran dan membuka ruang diskusi tentang kesehatan mental.

Namun, dj sisi lain, algoritma yang mempromosikan konten serupa dapat menciptakan efek "echo chamber", di mana pengguna terus terpapar informasi yang memperkuat keyakinan mereka, termasuk dalam hal self-diagnosis.

Pentingnya Pendekatan Profesional

Para ahli menekankan pentingnya pendekatan profesional dalam menangani isu kesehatan mental. Sementara media sosial dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan kesadaran, diagnosis dan penanganan yang tepat harus dilakukan oleh tenaga kesehatan mental yang terlatih.

Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat memberikan evaluasi yang akurat dan rencana penanganan yang sesuai dengan kebutuhan individu. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#self diagnosis #Kesehatan Mental #kesehatan jiwa #media sosial