RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lebaran usai berarti usai juga kewajiban untuk berpuasa di bulan Ramadan, yang berarti masyarakat kembali ke pola makan seperti semula. Tentu ada pula yang istiqomah menjalankan ibadah sunnah puasa Senin-Kamis, namun selebihnya tetap mengkonsumsi makanan seperti biasa.
Berhubung ibadah puasa yang dijalani cukup lama, terkadang masyarakat dapat lupa diri dan tancap gas makan berbagai jajanan dan makanan yang tersedia saat bersilaturahmi atau menikmati liburan. Terlebih banyak pula makanan dan jajanan yang hanya disuguhkan saat Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari naiknya berat badan hingga serangan penyakit seperti gangguan pencernaan, bahkan hingga diabetes dan stroke. Sehingga berbagai ahli gizi menyarankan boleh makan makanan lebaran, namun jangan berlebihan.
Ahli Gizi asal Universitas Surabaya (Unesa), dr. Niken Sasadhara Sasmita menerangkan, pada garis besarnya makanan dan sajian lebaran identik dengan makanan berkolestrol tinggi. “Makanan-makanan tersebut dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah dapat mengalami penyempitan dan pengerasan,” terangnya dalam kolom kampus tersebut.
Secara spesifik, berikut beberapa sajian yang disarankan untuk tidak dikonsumsi secara berlebihan saat lebaran:
1. Makanan Bersantan
Ada banyak makanan khas lebaran yang berbasis santan, misal opor ayam, ketupat, gulai, dan sayur lodeh. Namun, santan memiliki kandungan lemak jenuh tinggi, yang dapat berujung naiknya tingkat kolestrol jika dikonsumsi terlalu banyak atau dihangatkan terlalu sering.
2. Gorengan dan makanan berminyak
Serupa dengan santan, minyak dari proses penggorengan makanan juga menambah kandungan lemak dalam makanan, sehingga memiliki efek yang sama. Kandungan minyak juga turut membantu pengendapan kolestrol pada pembuluh darah.
3. Makanan dan minuman manis
Sebagian jajanan idul fitri juga menggunakan bahan dasar gula, seperti kue nastar, kue putri salju, kastangel dan sejenisnya. Jika dikonsumsi terlalu banyak, produksi insulin untuk menyerap gula dan mengatur kandungan gula darah dalam tubuh bakal melonjak.
Jika produksi insulin dari pankreas tubuh terlalu intens akibat banyak gula yang dikonsumsi, tubuh menjadi cepat lelah sehingga susah diajak bergerak, bahkan dapat menyebabkan diabetes jika produksi insulin kurang atau insulin kesulitan untuk membakar glukosa menjadi energi.
4. Makanan bergaram tinggi atau terlalu asin
Garam terkenal dapat memicu tekanan darah dan penyerapan air, sehingga konsumsi makanan dan jajanan asin yang berlebihan seperti rendang, kacang-kacangan dapat memicu masalah tekanan darah dan kembung. Jika kandungan air dalam tubuh terlalu banyak terserap, dapat berujung pada batu ginjal atau gangguan ginjal serupa.
5. Minuman bersoda
Mayoritas minuman bersoda memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan resiko kelelahan, peningkatan berat badan, kerusakan gigi dan diabetes. Selain itu, kandungan karbon dioksida (CO2) dalam soda juga dapat menyebabkan kembung, mulas, atau gangguan pencernaan serupa.
6. Makanan dan minuman berasam tinggi
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman bersifat asam dapat meningkatkan kecenderungan buang air kecil. Selain itu, konsumsi asam berlebih dapat menyebabkan mulut kering serta tergerusnya lapisan enamel gigi.
Karena itu, meskipun pada akhirnya hidangan lebaran merupakan sesuatu yang pantang dilewatkan, ada baiknya konsumsi hidangan dikurangi untuk menghindari masalah kesehatan. Selain itu, usai libur lebaran, masyarakat disarankan pula untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur,serta rajin berolahraga. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana