PENYEBAB dan gejala penyakit DBD perlu diketahui masyarakat. Guna meningkatkan kewaspadaan ini diharapkan mampu menekan jumlah penderita penyakit yang selama ini menjadi momok di tengah masyarakat.
Kepala Dinkes Blora Edi Widayat menjelaskan, tentang apa sebenarnya penyakit DBD itu. Menurutnya, DBD adalah penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penderitanya mengalami demam tinggi selama beberapa hari.
’’Penderita perlu mewaspadai kondisi ini, terutama saat demam sudah mulai turun. Pasalnya, momen tersebut bukan menandakan penderita telah sembuh. Melainkan fase kritis dari DBD yang berisiko menyebabkan komplikasi berbahaya,” jelasnya.
Edi mengungkapkan, bahwa penderita DBD biasanya akan mengalami gejala berupa nyeri hebat, terutama pada tulang, dan persendian terasa seolah-olah patah. Jenis nyamuk aedes aegypti biasanya menyerang di pagi dan sore hari.
Ia mengatakan, nyamuk ini tidak suka mendiami tempat kotor, melainkan menyasar tempat-tempat bersih, seperti bak mandi. Karena itu, sebagai upaya pencegahan DBD, setiap orang disarankan menjaga kebersihan lingkungan, menimbun barang bekas tidak terpakai, menghilangkan genangan air, dan menaburkan bubuk abate.
Selain itu, disarankan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, istirahat cukup, mengelola stres, olahraga secara teratur, dan memasang obat nyamuk di ruangan yang terindikasi tempat persembunyian nyamuk.
’’Gejala DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat celsius. Kondisi ini akan bertahan selama 2-7 hari, setelah itu penderita akan mengalami penurunan suhu drastis,” ucap Edi.
Selain demam tinggi, berikut beberapa tanda dan gejala DBD lainnya, seperti sakit kepala, mual hingga muntah. Nyeri di belakang mata, tulang, dan otot. Muncul ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit. Radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana