BLORA, Radar Bojonegoro - Antrean pasien cuci darah di RSUD Blora lebih dari 30 orang. Pasien harus antre lama. Sehingga, alat cuci darah kini ditambah delapan mesin untuk mengkaver pelayanan setiap harinya.
Sementara, untuk RSUD Cepu, tahun ini baru menyediakan alat cuci darah. Bupati ingin agar pelayanan cuci darah di RSUD ditingkatkan. Direktur RSUD Blora Puji Basuki menyampaikan, dari data yang ada sebelumnya antrean pasien cuci darah mencapai 30 orang lebih.
Namun, saat ini, pasien tidak perlu antre lama, karena jumlah alat cuci darah sudah bertambah. Sebelumnya, hanya 15 unit, kini bertambah menjadi 23 unit. Sehingga, bisa menolong lebih cepat bagi pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal. ’’Semoga hal ini bisa menolong lebih banyak pasien,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Cepu Wilys Yuniarti menyampaikan, pelayanan cuci darah di RSUD Cepu baru bisa dilakukan tahun ini setelah tersedia delapan mesin cuci darah. Pihaknya masih punya tugas untul menyiapkan operasional agar pelayanan bisa berjalan. ’’Kalau jumlah pasien cuci darah di RSUD Cepu belum ada, karena belum beroperasi,” terangnya.
Wilys menjelaskan, SDM yang nantinya mengoperasikan mesin cuci darah akan disesuaikan dengan jumlah alat tersedia. Pihaknya berkomitmen agar pelayanan cuci darah bisa mengkaver kebutuhan masyarakat Cepu dan sekitarnya.
’’Alasan kenapa hanya delapan alat yang disediakan karena disesuaikan dengan SDM khusus yang sudah mengikuti pelatihan dialisis,” katanya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, agar kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah semakin baik, dan memuaskan masyarakat. Terlebih alat yang tersedia saat ini sudah banyak, maka SDM-nya juga harus ditingkatkan.
’’Kami ingin agar pelayanan cuci darah ini bisa terus ditingkatkan kualitasnya. Tidak hanya peralatan, namun juga SDM pelaksanaanya,” tegasnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari