LAMONGAN, Radar Lamongan - Sebagian orang mungkin memilih cara praktis saat sahur. Memasak mi instan menjadi salah satu pilihannya. Apalagi, mi instan memiliki beragam rasa.
Makan mi instan untuk menu sahur boleh saja. Namun, disarankan tidak terlalu sering. Sebab, jenis makanan tersebut masuk kategori tinggi natrium dan berpengawet.
Makanan tinggi natrium tidak disarankan bagi mereka yang menderita sejumlah penyakit seperti hipertensi dan gagal ginjal.
Saat berpuasa, makanan tinggi natrium juga dapat menyebabkan kita lebih cepat haus dan lapar. Sehingga, tidak dianjurkan mengonsumsi mi instan karena tak akan memberikan efek kenyang lebih lama.
Jika melihat bahan dasarnya, maka mi instan dibuat dari tepung. Sementara tepung merupakan karbohidrat yang mudah dipecah menjadi energi. Jadi, sebentar sudah akan merasa lapar lagi.
Jika memang mau mengonsumsi mi instan untuk sahur, maka lebih baik ditambahkan sayuran dan lauk hewani sebagai sumber serat, vitamin, mineral, dan protein. Sehingga kandungan gizinya lebih lengkap. (mal)
Editor : Hakam Alghivari