Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Siswa SMPN 3 Baureno Antusias Belajar Jurnalistik Bersama Radar Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 15 Januari 2025 | 21:26 WIB
SEMANGAT: Sebanyak 31 siswa dan tiga guru pembina ekstrakurikuler jurnalistik SMPN 3 Baureno berkunjung dan belajar di kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (14/1). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGOR
SEMANGAT: Sebanyak 31 siswa dan tiga guru pembina ekstrakurikuler jurnalistik SMPN 3 Baureno berkunjung dan belajar di kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (14/1). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGOR

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Baureno berkunjung ke dapur redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (14/1). Datang mengendarai dua elf, peserta hadir mencapai 31 siswa dan tiga guru pembimbing ekstrakurikuler jurnalistik. Berasal dari kelas VII, VIII, dan IX.

Dalam penyampaikan materi, para peserta antusias menyimak pengetahuan disampaikan Redaktur Jawa Pos Radar Bojonegoro Bhagas Dani Purwoko. Rasa ingin tahu terlihat begitu tinggi. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar mewarnai meja diskusi selama kunjungan.

Dari bagaimana mencari ide liputan, hari kerja jurnalis, hingga proses pencetakan koran. Kunjungan ini diharap menjadi tambahan ilmu penulisan berita hingga para siswa aktif mengisi dan memproduksi tulisan di buletin sekolah.

’’Untuk anak-anak ini ikut ekstrakurikuler jurnalistik jadi harus menggali informasi lebih dan langsung realitasnya di lapangan seperti apa,” jelas Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMPN 3 Baureno Sun’an Wahyudi.

Yudi, sapaan akrabnya, melanjutkan, salah satu penggalian informasi langsung itu dilakukan di kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro sebagai salah satu media di Bojonegoro. Harapannya para siswa bisa menimba ilmu dalam segi penulisan langsung dari sumbernya.

Sebab, menurutnya, jika menulis cerita rerata anak sudah memahami. Namun, berbeda dengan penulisan berita. Ada teknis dan proses tersendiri. ’’Belajar langsung dari sumbernya agar lebih paham dan mampu dari segi penulisan berita. Kalau cerita kan rerata sudah bisa,” tutur guru Bahasa Indonesia itu. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ekstrakurikuler #berita #baureno #radar bojonegoro #pengetahuan #SMPN 3 #jurnalistik #bojonegoro #jawa pos radar bojonegoro #jurnalis