Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Suaeb-Bhagas Nakhodai AJI Bojonegoro Periode 2024-2027

Hakam Alghivari • Selasa, 1 Oktober 2024 | 17:25 WIB
MENJAGA MARWAH JURNALIS: Anggota AJI Bojonegoro foto bersama Sekjend AJI Indonesia foto bersama usai proses Konferta ke-V. (DOKUMENTASI AJI BOJONEGORO)
MENJAGA MARWAH JURNALIS: Anggota AJI Bojonegoro foto bersama Sekjend AJI Indonesia foto bersama usai proses Konferta ke-V. (DOKUMENTASI AJI BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Konferensi kota (konferta) ke-V Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro Minggu (29/9) di Gedung Mayor Sogo Universitas Bojonegoro (Unigoro) menghasilkan pemimpin baru.

Acara yang dibuka dengan bedah buku karya mantan ketua AJI Bojonegoro periode ke-III Amrulloh Ali Moebin itu menghasilkan beberapa keputusan strategis sebagai mandat AJI Bojonegoro di periode mendatang.

Muhammad Suaeb ditetapkan sebagai ketua AJI Bojonegoro, kemudian Bhagas Dani Purwoko sebagai sekretarisnya di Periode 2024-2027.

‘’Sesuai hasil sidang pleno tentang pemilihan, telah terpilih M. Suaeb sebagai ketua, dan Bhagas Dani Purwoko sebagai sekretarisnya,’’ kata pimpinan sidang pleno Konferta AJI Bojonegoro ke-V M. Roqib.

Dua jurnalis Jawa Pos Radar Bojonegoro itu dipercaya mengemban amanat organisasi yang mewadahi jurnalis dari perwakilan Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Blora selama tiga tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua AJI Bojonegoro terpilih M. Suaeb menuturkan, tantangan profesi jurnalis cukup kompleks. Baik dari internal maupun dari eksternal. Sehingga harus bergandengan tangan untuk menaklukkan tantangan.

‘’Berdasar keputusan bersama, terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan ke kami. Semoga dengan komitmen bersama tetap menjaga marwah jurnalis independen di Bojonegoro,” tutur Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro itu.

Sekretaris Jendral AJI Indonesia Bayu Wardhana mengatakan, tantangan disrupsi media atau perubahan yang begitu cepat hingga mengubah sistem atau kehidupan masyarakat secara luas dan pengekangan atau kebebasan pers.

‘’Para jurnalis dihadapkan dengan dua tantangan berat,” kata Bayu,

Menurutnya, disrupsi media hingga perkembangan teknologi membuat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tak bisa dihindari. ‘’Bisnis media tidak baik-baik saja. Sisi pemerintah sepertinya tidak peduli,” tutur jurnalis kelahiran Malang itu.

Sehingga, merespons tantangan berat itu harus memperkuat profesionalitas. Kekuatan jurnalis atau wartawan berada di Undang-undang (UU) Pers dan dewan pers. Konferta ke-V AJI Bojonegoro dalam memilih pemimpin baru tetap menjaga marwah organisasi pers yang independen.  (yna/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#independen #Perkuat Profesionalitas Tim #aji #unigoro #pers #dewan pers #bojonegoro #bedah buku #organisasi #AJI Indonesia #kebebasan pers #profesi 2024 #profesi jurnalis #Konferensi #konferta aji #pemilihan #jawa pos radar bojonegoro #jurnalis