Unigoro Benchmarking ke LSP P1 Ubaya, Siapkan Pendirian LSP untuk Perkuat Daya Saing Lulusan

M. Nurcholis • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:06 WIB
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., berdiskusi dengan LSP P1 Ubaya untuk pembentukan lembaga sertifikasi profesi (LSP) Unigoro. (UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO)
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., berdiskusi dengan LSP P1 Ubaya untuk pembentukan lembaga sertifikasi profesi (LSP) Unigoro. (UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM Universitas Bojonegoro (Unigoro) terus melakukan langkah strategis untuk membentuk lembaga sertifikasi profesi (LSP). Salah satunya melalui benchmarking dengan LSP P1 Universitas Surabaya (Ubaya), Selasa (11/8/26).

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., menuturkan, tujuan utama pembentukan LSP di Unigoro untuk memastikan para lulusan tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga sertifikat kompetensi resmi yang diakui secara nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baca Juga: Diplomasi Budaya di Negeri Gajah Putih, Kelompok KKN Internasional Unigoro Perkenalkan Pencak Silat di Thaksin University

Pihaknya juga telah membentuk tim khusus sebagai penanggung jawab LSP. “Kami ingin mempelajari best practice tentang pendirian dan pelaksanaan LSP P1 Ubaya. Terlebih Ubaya dan Unigoro adalah PTS (perguruan tinggi swasta) di bawah naungan yayasan. Nantinya LSP Unigoro bersifat sebagai unit pendukung,” tuturnya.

Delegasi Unigoro diterima oleh Ketua LSP P1 Ubaya Drs. Norbertus Purnomolastu, Ak., MM., Kabid TUK LSP P1 Ubaya Drs. Suwadji, MM, serta Kabid Administrasi dan Keuangan LSP P1 Ubaya Sugiyanto, SE.

Baca Juga: Prestasi Akademik, Influencer Digital, hingga Semangat Belajar di Usia Senja Warnai Yudisium Fakultas Hukum Unigoro Semester Genap

Pada kesempatan ini Purnomo menjelaskan, pendirian LSP harus melibatkan dosen di setiap prodi. Untuk menyelaraskan kurikulum di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Manajemen komitmen juga harus dijalankan. Sehingga diupayakan mahasiswa harus wajib mengikuti sertifikasi kompetensi di LSP kampus. Sertifikat tersebut dapat dimasukkan sebagai prasyarat untuk lulus,” tandasnya. (din)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
lsp ubaya unigoro ijazah sertifikat