RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) menggelar acara wisuda ke VIII Program Diploma III dan Program Sarjana, Selasa (9/9) di Gedung Audiitorium STIKES MABORO Jl Veteran Gg Maboro Bojonegoro.
STIKES yang mempunyai visi profesional, unggul, dan Islami tersebut pada wisuda kali ini kembali melahirkan sebanyak 127 tenaga kesehatan yang andal terdiri atas 68 lulusan DIII Rekam Medis, 47 lulusan S1 Administrasi Rumah Sakit, dan 11 lulusan S1 Gizi.
Ketua STIKES MABORO Dr Ns Sudalhar M.Kep mengatakan, bahwa wisuda kali ini sangat istimewa, karena separo dari wisudawan sudah mendapatkan pekerjaan sesuai profesinya masing-masing. "Bahkan, seluruh alumni S1 Gizi telah mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda." ujarnya bangga.
Jadi, lanjut Dalhar, STIKES MABORO telah berhasil mengantarkan alumninya untuk menjadi ASN di berbagai instansi pelayanan kesehatan pemerintah baik RSUD maupun puskesmas, tenaga kesehatan di klinik, dan rumah sakit swasta "Serta karyawan swasta lain dan wiraswasta," jelasnya.
Hal ini terjadi tak lepas dari komitmen STIKES MABORO untuk menerapkan sistem penjamin mutu internal, dengan sungguh-sungguh berupaya melaksanakan pendidikan pengajaran, pengabdian masyarakat, penelitian, dan pengembangan kehidupan kampus. "Serta menjalin kerja sama baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional," ujar Dalhar.
"Dan kami mohon doa restu, semoga di tahun ini STIKES MABORO bisa berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Bojonegoro," harapnya.
Pada wisuda kali ini Indek Prestasi (IP) tertinggi lulusan DIII perekam dan Informasi Kesehatan diraih Afita Dwi Purwaningsih dengan IPK 3,75. Dan, IP tertinggi lulusan S1 Administrasi Rumah Sakit diraih Martha Nurkhofifah (3,64), sedang untuk IP tertinggi lulusan S1 Gizi diraih Divanes Sefira Anya Rahyanti (3,72). (*/van)
Editor : Yuan Edo Ramadhana