RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usai memberikan pembekalan materi di sesi pertama kepada pengelola wisata dan warga Desa Klino, Kecamatan Sekar, Bojonegoro, mahasiswa KKNTK-21 Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengajak praktik langsung simulasi siaga wisata aman bencana (SiWANA) di lokasi Agrowisata, Sabtu (2/8/2025).
Pada sesi kedua ini, mahasiswa KKNTK-21 memberikan materi praktik langsung dengan simulasi. Praktik simulasi ini melibatkan 30 warga Desa Klino dari berbagai unsur ini. Sehari sebelumnya, 30 warga tersebut telah dibekali materi wawasan tentang kebencanaan yang diberikan narasumber dari Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Jawa Timur.
Sesuai dengan narasi naskah sebagai "blueprint" simulasi, menceritakan telah terjadi bencana tebing longsor di lokasi Agrowisata. Pada saat terjadi bencana, digambarkan terdapat puluhan wisatawan sedang berkunjung memetik buah. Suasana pun terlihat sangat panik, mereka pada berlari sana-sini untuk menyelamatkan diri. Kejadian ini diketahui petugas pengelola wisata yang berpatroli keliling kawasan Agrowisata.
Dalam hitungan detik, petugas langsung menghubungi pos keamanan melalui pesawat radio HT. Respons cepat diberikan petugas pos dengan menggerakkan personil tim penolong menuju lokasi kejadian bencana longsor untuk mengevakuasi wisawatan.
Beberapa saat kemudian petugas wisata menemukan satu korban patah tulang tangan. Petugas pun kembali melaporkan ke pos keamanan meminta bantuan segera mengevakuasi darurat. Suasana semakin mencekam, pengunjung semakin takut dan panik. Khawatir bakal terjadi longsor susulan.
Setelah korban pertama berhasil dievakuasi, petugas menemukan lagi korban kedua. Yakni, seorang ibu-ibu muda sedang kondisi hamil tua. Tampak ibu hamil tersebut mengalami pendarahan dan sulit bergerak dan berdiri. Wajahnya tampak pucat dan takut setelah mengalami pendarahan.
Petugas pun segera menghubungi pos keamanan wisata untuk mengirimkan tim penolong dari medis dan ambulans. Korban tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan kedaruratan medis. Sebab, kondisinya sudah mengkhawatirkan, mengalami pendarahan mengalir hingga kaki.
Menurut Pak Bo, yang berperan sebagai kepala keamanan Agrowisata, jumlah keseluruhan korban dampak yang diakibatkan bencana tebing longsor sebanyak 57 orang, 2 diantaranya korban luka berat dan ibu hamil mengalami pendarahan.
"Dari kejadian bencana longsor ini, data jumlah pengunjung semuanya ada 57 orang wisatawan. Korban selamat 55 orang, luka berat dengan tulang tangannya patah 1 orang, kelompok rentan ibu hamil mengalami pendarahan 1 orang," beber Pak Bo.
Sementara itu, menurut Bilqis Ghoniya Zuhrufa, ketua KKNTK-21 Unigoro yang mewakili semua mahasiswa di Desa Klino menyampaikan, bahwa pembekalan materi pelatihan dan praktik simulasi ini dipersembahkan sepenuhnya untuk warga setempat. Terutama bisa bermanfaat positif untuk pengelolaan manajemen pariwisata desa ke depannya.
"Kami sangat berterimakasih sekali kepada warga yang selama dua hari (Jumat-Sabtu) telah mengikuti kegiatan ini. Semoga semua pengabdian kami di Desa Klino ini bisa memberikan manfaat kebaikan, berdampak positif pada kemajuan desa," tutur Bilqis. (cho)
Editor : M. Nurcholis