RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tim dari mahasiswa yang sedang KKNTK-21 Unigoro nekat berpetualang dengan menyusuri sungai, hulunya Kali Gandong di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Bojonegoro, Sabtu sore (21/7/2025).
Petualangan dimulai sekitar pukul 18.00 Wib. Tim yang terdiri dari Ilham, Habib dan Arnel menelusuri jalur babat alas dari Sendang Prodo menuju hilir hingga lokasi air terjun. Kondisi air terjun saat ini tidak deras, namun keindahan alam di sekitarnya menyuguhkan pemandangan luar biasa. Gemericik aliran air yang jernih mengalir di antara bebatuan besar membuat suasana sangat alami dan syahdu.
"Airnya bersih, bebatuan besar-besar, dan masih alami. Kami yakin air terjun di bawah sana pasti lebih indah. Memang, aksesnya sangat curam dan belum ada akses jalan menuju destinasi air terjun ini. Perjalanan kami hanya sampai di hulunya saja," ungkap Ilham, salah satu tim.
Tim mencatat, perjalanan dari hulu hingga posisi atasnya air terjun tersebut hanya memakan waktu sekitar 5–6 menit dari Sendang Prodo. Meski dekat, lokasi ini belum memiliki jalur resmi dan belum tersentuh pengembangan. Sehingga membuat spot potensi wisata terusan dengan air terjun ini tidak terlirik dan tidak menjadi perhatian untuk digarap.
Sangat disayangkan, keberadaan air terjun yang secara peta administrasi desa ikut Dusun Krajan, Desa Klino ini bahkan belum diketahui oleh sebagian besar warga Desa Klino sendiri. Khususnya mereka yang tinggal di luar Dusun Krajan yang jauh dari tempat air terjun tersebut berada.
"Kondisi ini memperkuat kondisi aliran dan air terjunnya masih "perawannya" dibanding potensi yang dimiliki Desa Klino lainnya," ujar Habib mengamini cerita Ilham dan Arnel.
Dari catatan perjalanan susur sungai hulunya Kali Gandong ini, tim menemukan beberapa spot bibir sungai berbebatuan yang sangat cocok disulap jadi destinasi Glamping Ground seperti di Jolotundo, Nganjuk. Sebab, kondisi di hulunya Kali Gandong ini, meski kemarau memiliki stok sumber mata air yang sangat melimpah.
Hal ini bila sekitar sumber mata airnya dibangun waduk atau bendungan, maka volume aliran sungai bisa diatur. (cho)
Editor : M. Nurcholis