RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro dari kelompok 22 melakukan kegiatan Jelajah Alam ke kawasan Kedung Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, pada Senin (21/07/2025).
Kegiatan Jelajah Alam yang dilakukan anggota kelompok KKN-TK 22 ini bertujuan menggali potensi geologi dan keragaman hayati yang terdapat di geosite Kedung Lantung.
Kedung Lantung dikenal dengan fenomena rembesan minyak bumi, memiliki potensi lain yang dapat membantu perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Lokasi ini menyimpan potensi ilmiah lain seperti keberadaan sumur air asin, dugaan kandungan nikel dan perak pada batuan, serta keanekaragaman hayati di sekitar aliran sungai.
Kegiatan Jelajah Alam ini didampingi Kepala Dusun Nglantung selaku tokoh Masyarakat yang mengetahui potensi lain Kedung Lantung. Terdapat beberapa step yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-TK, yakni jelajah Sungai untuk mengetahui dan merasakan air asin yang berlokasi di beberapa titik Sungai.
Sumber air asin yang ada di Sungai aliran Kedung Lantung ini tidak dapat dipastikan langsung keberadaannya, disebabkan debit air sungai masih deras.
“Untuk merasakan air asin kita harus menunggu airnya surut. Sehingga air asin dapat terasa secara jelas,” tutur Subiyanto, kepala dusun Ngelantung.
Roza Assabila Fatimuz Zahra, salah satu anggota kelompok KKN-TK 22 menanggapi, bahwa keberadaan sumur air asin benar adanya dengan merasakan langsung.
“Memang benar, di sini terdapat sumur air asin. Tadi saya merasakan sendiri bahwa air di sekitar sini terasa asin,” ungkapnya di lokasi sumur air asin yang ditunjuk.
Kegiatan dilanjut dengan mencari rembesan minyak di sekitar Kedung Lantung. Namun, kegiatan ini belum dapat dilakukan karena kondisi lokasi tidak memungkinkan untuk membuat lubang rembesan.
"Saat ini belum memungkinkan untuk menggali rembesan minyak karena debit air di Kedung masih tinggi. Namun, keberadaan minyak dapat terlihat melalui gelembung yang muncul di permukaan air,” sambung Subiyanto menimpali.
Selain potensi geologi, kawasan ini juga menjadi habitat beberapa jenis ikan seperti lele, gabus, wader pari, udang hingga capung. Hal ini menjadi keunikan lainnya dikarenakan makhluk hidup tersebut dapat hidup di air yang memiliki rembesan minyak bumi. Adanya keunikan ekosistem Kedung Lantung, hal ini menjadikan Kedung Lantung layak untuk dikaji lebih lanjut.
“Ekosistem di Kedung Lantung memiliki banyak keunikan yang menjadikan salah satu hal yang perlu diteliti lebih lanjut. Kami berharap kunjungan ini bisa menjadi awal dari penelitian-penelitian yang lebih mendalam,” ungkap Aldo Rizky Amandita, ketua kelompok KKN-TK 22.
Kegiatan ini berlangsung
lancar, sehingga dapat memberi pengetahuan lebih kepada mahasiswa KKN-TK Kelompok 22. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan kawasan geopark secara ilmiah. Serta memperkenalkan Kedung Lantung sebagai lokasi edukatif dan riset ke depannya. (del/nat/cho)