RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono turut melepas 792 peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) pada Senin pagi (14/7). Bupati yang akrab dipanggil Mas Wahono tersebut mengapresiasi inisiatif KKN TK yang diselenggarakan Unigoro di berbagai wilayah Bojonegoro.
Tema yang diusung KKN TK pada tahun ini adalah ‘Optimalisasi Potensi Desa Dalam Mendukung Pengembangan Geopark Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan,’. Hasil kinerja mahasiswa peserta KKN diharapkan dapat membantu memajukan Bojonegoro, terutama di bidang kesejahteraan dan pendaftaran Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Menurut Wahono, membangun Bojonegoro menjadi daerah yang bahagia, makmur dan membanggakan tidak lepas dari peran akademisi dalam menggali potensi yang ada.
“Bojonegoro punya banyak potensi alam dan budaya yang luar biasa. Kami membutuhkan peran serta akademisi untuk membangun Bojonegoro lebih mandiri,” ujarnya kepada peserta KKN TK di Hall Suyitno Bojonegoro.
Selain itu, Wahono juga mewanti-wanti peserta agar melaksanakan KKN dengan sungguh-sungguh.
“Melalui KKN ini, adik-adik diharapkan dapat menerapkan ilmunya, menjadi agen perubahan di masyarakat sesuai bidangnya masing-masing. Selain itu dapat memperoleh ilmu baru juga, karena ilmu KKN tidak dapat diperoleh di ruang kelas,” tambahnya.
Dengan bantuan dari mahasiswa peserta KKN yang terjun ke masyarakat, Bojonegoro, Wahono dan Pemkab Bojonegoro turut merasa banyak terbantu dari kolaborasi tersebut.
“Kami dari Pemerintah Daerah sangat berterimakasih sekali terhadap program-program yang dapat dikawal mahasiswa. Tentu tidak mudah, sehingga kami berkolaborasi dengan kampus untuk membentuk program yang dapat melibatkan mahasiswa agar membantu masyarakat,” papar Mas Wahono.
Menurut Wahono, kolaborasi tersebut dianggap vital untuk mengembangkan potensi dari sisi kebudayaan dan ekonomi daerah.
“Dengan banyaknya jurusan di Unigoro, ilmu tersebut bisa diimplementasikan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Selain dalam bidang geopark, data dan riset mahasiswa KKN secara keseluruhan dapat digunakan Pemkab Bojonegoro untuk menentukan arah kebijakan daerah.
“Selain mendapat data dari kampus, mahasiswa juga punya ruang untuk implementasi ilmu,” tambah bupati asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana