ASHARI salah satu warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander mengatakan sebagai masyarakat Ngumpakdalem baru mendengar bahwa di desanya akan ada kampus negeri Universitas Brawijaya.
Apabila benar-benar terwujud, semoga itu bisa berdampak positif untuk lingkungan sekitar. Mulai dari akses jalan yang beberapa masih jelek. Sehingga, dengan adanya universitas negeri, pemerintah bisa lebih peduli.
Selain itu, adanya univesitas otomatis akan mengumpulkan banyak massa yang bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Terlebih pihak universitas peduli untuk memberi kemudahan atau memberi beasiswa untuk masyarakat sekitar yang ingin kuliah.
Menurut Ashari, selain dampak positif tentu ada dampak negatif dari keberadaan universitas negeri. Mulai keamanan dan pergaulan. Sehingga, jika akan di didirikan UB di Desa Ngumpakdalem, maka harus ada sosialisasi ke masyarakat.
Agar masyarakat bisa mempersiapakan diri dan meningkatkan keamanan. Tekait lokasi kampus, Ashari mengaku untuk masalah tempat sudah sesuai. Letaknya berada di wilayah desa, yang jauh dari kota.
Justru tempat strategis, karena meski berdiri kampus negeri tapi tidak menambah keruwetan lalu lintas. ’’Saat pagi dan sore lalu lintas di Kota Bojonegoro sudah mulai macet,” ungkapnya.
Arizky yang juga warga Desa Ngumpakdalem pun mengaku baru mendengar rencana pendirian PSDKU UB. Ia antusias apabila bisa terealisasi rencana tersebut. Karena, kata dia, Bojonegoro susah saatnya punya kampus negeri.
Alumni mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang itu menilai bakal banyak dampak positif. ’’Semoga bisa menjadi upaya mengerek perekonomian warga sekitar serta meningkatkan kualitas SDM di Bojonegoro,” bebernya. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari