RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bulan Agustus ternyata menjadi tonggak sejarah bagi berbagai negara di dunia. Banyak negara di dunia menyatakan kemerdekaan hampir secara bersamaan di bulan kedelapan kalender masehi ini, termasuk Indonesia.
Bulan Agustus sendiri juga kental dengan tema pembebasan dan kekuatan baru sejak bulan ini tercipta. Alkisah bulan Agustus mengambil namanya dari pendiri kekaisaran Roma kedua, Gaius Octavius, yang bergelar Gaius Julius Caesar Augustus. Namun posisinya sebagai bulan kedelapan dalam kalender masehi dicetuskan oleh pendahulunya yang lebih terkenal, Julius Caesar.
Ada total kurang lebih 21 negara yang menyatakan kemerdekaan pada Agustus, dan sebagian besar dari nergara-negara tersebut menyatakan merdeka tepat setelah Perang Dunia II berakhir, termasuk Indonesia yang merdeka setelah lepas dari pendudukan Jepang. Bahkan sebagian negara seperti Malaysia dan Korea Selatan punya keadaan serupa sebelum menyatakan kemerdekaan.
Sementara itu, kebanyakan negara di benua Afrika menyatakan kemerdekaan sebagai akhir dari hak otonomi yang diberikan pemerintahan Perancis sejak era 1950an. Sehingga banyak masyarakat di benua hitam tersebut mengadopsi bahasa Perancis sebagai bahasa nasional mereka.
1 Agustus – Benin dan Swiss
Benin menyatakan kemerdekaan pada 1 Agustus 1960, setelah melepaskan diri dari koloni Perancis. Dua tahun sebelum merdeka, pemerintahan Peranics juga memberikan Benin kekuatan otonomi dengan nama Republik Dahomey untuk menyiapkan kemerdekaan tersebut.
Negara Swiss berdiri pada 1 Agustus berdasarkan Pakta Grutli yang diterbitkan pada tahun 1291, yang menyatukan wilayah Schwyz, Uri dan Unterwalden dalam satu konfederasi, yang kini dikenal sebagai Konfederasi Swiss. Namun Hari Nasional Swiss baru dirayakan sejak 1994.
6 Agustus – Jamaika dan Bolivia
Jamaika resmi merdeka dari kekuasaan Inggris pada 6 Agustus 1962 setelah dijajah 300 tahun, namun proses kemerdekaan telah dimulai sejak 1945. Meskipun demikian, Akta Kemerdekaan Jamaika yang diterbitkan Kerajaan Inggris tetap memposisikan Ratu Inggris kala itu, Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara.
Bolivia menyatakan kemerdekaan setelah memenangkan peperangan dua tahun melawan Spanyol pada 6 Agustus 1825. Perang tersebut dipimpin oleh dua tokoh kunci, yakni Simon Bolivar dan Antonio Jose de Sucre asal Kolombia. Meskipun demikian, Bolivia tidak mengambil nama negara dari Simon, dan Sucre ditunjuk sebagai presiden pertama.
7 Agustus – Pantai Gading
Pantai Gading meraih kemerdekaan pada 7 Agustus 1960, berkat hubungan baik yang dijalin oleh seorang petinggi suku setempat, Félix Houphouët-Boigny dengan pemerintahan Perancis. Sama seperti kasus kemerdekaan Benin, Felix mengandalkan hak otonomi dari Perancis untuk membimbing Pantai Gading menjadi negara merdeka secara damai.
9 Agustus – Singapura
Awalnya, Singapura dinyatakan lepas dari jajahan Inggris pada 3 Juni 1959, namun pada saat itu Singapura masih menjadi bagian dari Malaysia dengan nama Tumasik. Singapura baru berdiri sebagai negara merdeka setelah memisahkan diri dari Malaysia melalui Persetujuan Kemerdekaan pada 9 Agustus 1965, yang disepakati oleh Tuanku Abdul Rahman dan Lee Kuan Yew.
10 Agustus – Ekuador
Serupa dengan Kolombia, Ekuador menyatakan merdeka dari jajahan Spanyol melalui Deklarasi Quito pada 10 Agustus 1809 yang dipimpin oleh Carlos de Montufar. Namun sedikit terbalik dengan Bolivia, Spanyol baru berperang intens melawan Ekuador setelah deklarasi kemerdekaan tersebut.
11 Agustus – Chad
Chad menyatakan kemerdekaan empat hari setelah Pantai Gading, yakni pada 11 Agustus 1960. Serupa dengan kebanyakan negara Afrika jajahan Perancis, Chad melepaskan diri dari penjajahan Perancis setelah sebelumnya diberikan hak otonomi.
14 Agustus – Pakistan
Sama seperti India, Pakistan berada di bawah koloni Inggris hingga akhir Perang Dunia II, dan awalnya juga sama-sama memperjuangkan kemerdekaan dengan India. Akhirnya pada 3 Juni 1947, Inggris menyerahkan hak kemerdekaan India, namun dengan syarat dipisah menjadi wilayah India dan Pakistan.
Sebagai pemimpin wilayah India dan Burma (kini Myanmar), Lord Louis Mountbatten menyerahkan tanggal deklarasi kemerdekaan 14 Agustus 1947 untuk Pakistan, dan 15 Agustus 1947 untuk India. Nama Pakistan sendiri diambil dari wilayah yang diusulkan oleh Chaudhary Rahmat Ali, yakni Punjab, Afghania, Kashmir, Sindh dan Baluchistan.
15 Agustus – India, Korea Selatan dan Korea Utara
Sesuai penjelasan sebelumnya, India merayakan kemerdekaan mereka pada 15 Agustus 1947 sesuai dengan mandat yang diberikan oleh Kerajaan Inggris. Sebagai catatan, meskipun sama-sama berjuang untuk kemerdekaan, pergerakan kemerdekaan India banyak dipimpin oleh Mahatma Gandhi, sementara Pakistan lebih sering dipimpin Muhammad Ali Jinnah.
Secara teknis, Korea Selatan dan Korea Utara sama-sama merayakan kemerdekaan pada 15 Agustus 1945 sebagai Korea Bersatu, yang sukses melepaskan diri dari penjajahan Jepang. Namun karena Kerajaan Korea sudah lama terbentuk dan merdeka sebelum penjajahan Jepang, Korea Utara merayakan hari ini sebagai Hari Pembebasan, sementara Korea Selatan merayakan kemerdekaan sebagai Hari Pemulihan atau Hari Pembentukan Kembali.
17 Agustus – Indonesia dan Gabon
Tepat lima belas tahun setelah Indonesia merdeka, Gabon juga menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1960. Sama seperti kebanyakan negara Afrika jajahan Perancis, kemerdekaan Gabon diberikan sebagai akhir dari masa otonomi dari pemerintahan Perancis.
19 Agustus – Afghanistan
Afghanistan menyatakan merdeka pada 19 Agustus 1919 melalui kesepakatan gencatan senjata setelah tiga kali berperang melawan Inggris, yang tertuang dalam Perjanjian Rawalpindi. Selain itu Afghanistan juga merayakan Hari Pembebasan setiap 15 Februari, memeringati mundurnya pasukan Uni Soviet dari negara tersebut pada 15 Februari 1989.
24 Agustus – Ukraina
Sebelum Ukraina menjadi bagian dari Uni Soviet, Ukraina merayakan Hari Kemerdekaan setiap 22 Januari, saat Republik Ukraina melepaskan diri dari Rusia. Setelah Uni Soviet bubar, pemerintahan baru Ukraina menyatakan kemerdekaan kembali Ukraina pada 24 Agustus 1991.
25 Agustus – Uruguay
Kemerdekaan Uruguay diperingati setiap 25 Agustus, memperingati membelotnya cikal bakal Uruguay, Provinsi Cisiplatine dari Kerajaan Brazil ke Persatuan Rio de la Plata, yang menjadi cikal bakal Argentina pada 25 Agustus 1825. Uruguay sendiri benar-benar merdeka pada 27 Agustus 1828, melalui Perjanjian Montevideo yang melepas Uruguay dari kendali Brazil dan Argentina.
27 Agustus – Moldova
Sama seperti Ukraina, Moldova menyatakan merdeka setelah ni Soviet bubar. Setelah selesai membentuk parlemen dan peraturan negara sepanjang tahun 1990, Moldova menerbitkan deklarasi kemerdekaan pada 27 Agustus 1991.
31 Agustus – Malaysia, Trinidad & Tobago dan Krygyztan
Malaysia resmi menyatakan merdeka dari Kerajaan Inggris melalui deklarasi Pemasyhuran Kemerdekaan Tanah Melayu pada 31 Agustus 1957, serta penyerahan kekuasaan oleh Kerajaan Inggris sehari sebelumnya. Menariknya, tanggal tersebut dipilih berdasarkan wejangan dari ulama setempat, Syeikh Abdullah Fahim, yang meramalkan hari tersebut sebagai tanggal baik.
Serupa dengan Malaysia, Trinidad & Togabo menyatakan merdeka pada 31 Agustus 1962 setelah Kerajaan Inggris memutuskan menyerahkan kuasa pada pemerintahan setempat. Namun berbeda dengan Malaysia, dan serupa dengan negara persemakmuran lain, Ratu Elizabeth II masih dinyatakan sebagai kepala negara.
Kyrgyztan juga menjadi salah satu negara yang menyatakan merdeka setelah Uni Soviet bubar. Pada 31 Agustus 1991, negara tersebut menyatakan merdeka sebagai Republik Kyrgyz. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana