Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Duduk Perkara Konflik India dan Pakistan: Sejarah, Ketegangan Terkini, dan Upaya Damai

Hakam Alghivari • Senin, 12 Mei 2025 | 00:47 WIB
Militer Pakistan.
Militer Pakistan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Konflik India dan Pakistan adalah salah satu konflik berkepanjangan yang paling kompleks di dunia. Perseteruan ini tidak hanya melibatkan isu teritorial, tetapi juga identitas, agama, dan geopolitik regional.

Wilayah yang menjadi titik panas utama adalah Jammu dan Kashmir, daerah pegunungan yang secara geografis strategis dan kaya akan budaya serta sumber daya alam.

Konflik antara India dan Pakistan bermula dari peristiwa pemisahan India oleh Inggris pada tahun 1947. Saat itu, lebih dari 560 kerajaan kecil diberi pilihan untuk bergabung dengan India atau Pakistan. Maharaja Hari Singh, penguasa Jammu dan Kashmir—wilayah mayoritas Muslim namun diperintah oleh seorang Hindu—awalnya ingin tetap netral. Namun, ketika terjadi invasi oleh pasukan bersenjata dari Pakistan, Hari Singh akhirnya menandatangani Instrument of Accession untuk bergabung dengan India. Langkah ini menjadi pemicu utama ketegangan yang berlangsung hingga kini.

Sejak 1947, India dan Pakistan telah terlibat dalam beberapa konflik besar, termasuk:

Pada April 2025, serangan teroris di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir, menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk turis. Dilansir dari The Wall Street Journal, India menuduh kelompok militan Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan sebagai dalang serangan tersebut. India membalas dengan melancarkan serangan udara terhadap kamp militan di wilayah Pakistan.

Pakistan menanggapi dengan menembak jatuh pesawat tempur India, sehingga memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi konflik. Seperti dikutip dari The Australian, meningkatnya ketegangan ini memunculkan kekhawatiran global akan potensi konflik nuklir, mengingat kedua negara memiliki persenjataan nuklir aktif.

Pada Mei 2025, Amerika Serikat turun tangan sebagai mediator. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance menengahi gencatan senjata antara India dan Pakistan. Namun, meski gencatan senjata disepakati, kedua pihak saling menuduh pelanggaran kesepakatan, menunjukkan bahwa perdamaian masih rapuh.

Beberapa faktor yang memperpanjang konflik ini meliputi:

(kam/cho)

Editor : Hakam Alghivari
#kashmir #nuklir #konflik India Pakistan #perang india pakistan #sejarah