RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Satreskrim Polres Blora mengungkap dugaan penyalahgunaan LPG subsidi di sebuah pekarangan dekat kawasan hutan turut tanah di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Selasa (14/7).
Penggerebekan tersebut, polisi mengamankan ratusan tabung LPG berbagai ukuran, dua truk, serta peralatan yang diduga digunakan untuk memindahkan isi gas.
Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan, pengungkapan berawal dari laporan masyarakat melalui layanan 110, kemudian pihaknya menindaklanjuti informasi tersebut, Unit III Satreskrim bersama Tim Resmob dan Polsek Kunduran mendatangi lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.
Di lokasi, petugas menemukan ratusan tabung LPG ukuran 3 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram beserta puluhan selang regulator yang diduga digunakan untuk mengoplos gas.
Baca Juga: Selundupkan 200 LPG Subsidi ke Blora, Warga Tuban Diamankan Kepolisian
Sejumlah pekerja bongkar muat yang berada di lokasi turut diamankan untuk dimintai keterangan, sedangkan seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Blora guna proses penyidikan.
Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit truk, 806 tabung LPG 3 kilogram berisi, 18 tabung 3 kilogram kosong, 145 tabung 12 kilogram, serta 15 tabung 50 kilogram.
Polisi juga menyita puluhan selang regulator, 99 tutup segel tabung 12 kilogram, alat pembuka segel, dan bekas segel tabung LPG 3 kilogram yang berasal dari Nganjuk, Kediri, dan Lamongan.
Kepala Dusun Nglencong, pihaknya membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Menurut dia, dirinya bersama Ketua RT setempat mendatangi lokasi untuk menyaksikan proses penindakan sebagai perwakilan pemerintah desa.
"Saat kami tiba, petugas Polres Blora sedang melakukan penggerebekan. Informasinya berkaitan dengan dugaan pengoplosan gas elpiji 3 kilogram," tuturnya.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga LPG Melon di Pengecer Blora Tembus Rp 30 Ribu
Hingga kemarin, Satreskrim Polres Blora masih mendalami dugaan penyalahgunaan LPG subsidi tersebut, termasuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas di lokasi. (ozi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko