RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program ketahanan pangan juga merambah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora. Warga binaan diajari secara langsung praktik menanam berbagai tanaman pangan, peternakan, hingga perikanan.
Memanfaatkan lahan di sekeliling Rutan yang ditanami jagung, sawi, kangkung, singkong, pepaya, dan cabai. Tak hanya berkebun, mereka juga dibekali merawat ayam petelur hingga lele
Kepala Rutan Kelas IIB Blora Sugito menjelaskan, mereka yang dilibatkan dalam berbagai kegiatan ketahanan pangan merupakan warga binaan yang masa penahanan tinggal sedikit. Yakni minimal sudah menjalani separo dari total masa penahanan.
"Program ketahanan pangan ini untuk membekali warga binaan," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, tujuannya agar para warga binaan memiliki bekal kemandirian setelah bebas.
"Hasilnya ini disisihkan untuk jadi premi. Setelah mereka bebas, ini akan jadi bekal dibawa pulang," imbuhnya.
Warga binaan yang mengikuti program ketahanan pangan bertugas menyiapkan lahan, menanam, merawat hingga proses panen.
"Ada juga peternakan. Ada ayam petelur. Sekitar 70 ekor. Sebagian sudah bertelur," ujarnya.
Ia menambahkan, nantinya telur yang dihasilkan tiap hari dijual ke vendor yang bekerja sama dengan pihak rutan. Sehingga juga berkontribusi pada kebutuhan telur di masyarakat.
Selain itu, mereka juga diberdayakan dalam bidang perikanan, yakni dengan budidaya lele.
"Sangat bermanfaat, Alhamdulillah ada beberapa warga binaan bebas dari sini mengembangkan peternakan lele di rumah," pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana