Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Satlantas Blora Sebut Angka Kecelakaan Turun, Jumlah Black Spot Juga Ikut Turun

Rahul Oscarra Duta • Jumat, 7 November 2025 | 15:15 WIB
ALIH JALUR: Tim Satlantas Polres Blora sedang mengalihkan kendaraan-kendaraan yang akan melalui jalur pantura ke jalur alternatif guna menghindari kemacetan akibat demo di Pati Agustus lalu.
ALIH JALUR: Tim Satlantas Polres Blora sedang mengalihkan kendaraan-kendaraan yang akan melalui jalur pantura ke jalur alternatif guna menghindari kemacetan akibat demo di Pati Agustus lalu.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora mencatat, titik rawan kecelakaan (black spot) mulai Januari-Oktober 2025. Bahkan, sepanjang tahun ini angka kecelakaan di Kabupaten Blora menurun dibanding tahun lalu.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Eko Purnomo membenarkan, black spot di Kabupaten Blora mengalami penurunan. Namun, pihaknya selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait, baik dari Dinrumkimhub hingga Jasa Marga untuk menekan angka kecelakaan.

‘’Kami selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait pada pemasangan rambu-rambu dan spanduk imbauan di titik rawan laka. Dari catatan kami, Tahun 2024 sampai 2025 ada empat titik black spot, namun pada Oktober 2025 menurun menjadi dua titik,’’ ungkapnya.

Dua titik rawan kecelakaan yang saat ini masih menjadi perhatian utama Satlantas Polres Blora. Yakni jalur Blora–Cepu di Kecamatan Sambong dan jalur Blora–Rembang di area Medang.

‘’Sudah ada rambu-rambu tambahan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan di lokasi tersebut,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, berdasarkan data dari integrated safety management system (ISMS), sejak Januari hingga September 2025 tercatat 377 kejadian kecelakaan dengan 67 korban meninggal dunia. Sedangkan, sebanyak 641 orang mengalami luka ringan.

‘’Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, Januari sampai September 2024 terjadi 386 kejadian dengan 71 korban meninggal dunia. Jadi di tahun ini menurun sekitar 5 persen,’’ sambungnya.

Menurutnya, sebagian besar korban kecelakaan merupakan kalangan usia produktif, yakni antara 15 hingga 21 tahun dan mayoritas berprofesi sebagai pekerja swasta. Adapun lokasi kejadian terbanyak tercatat di wilayah Kecamatan Blora Kota.

Ipda Eko mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara. ‘’Sebelum berkendara, periksa kondisi teknis seperti rem, lampu, spion, dan helm. Lalu, pastikan kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya,’’ pesannya.

Dia menjelaskan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas dipicu oleh empat faktor utama, yakni human error, gangguan mesin (engine error), penggunaan handphone saat berkendara, serta kondisi cuaca ekstrem.

‘’Kalau mengantuk, sebaiknya menepi. Jika hujan deras dan jarak pandang terbatas, tunda perjalanan sampai cuaca membaik,’’ pesannya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dinrumkimhub blora #jasa marga #black spot #angka kecelakaan #cepu #lalu lintas #kecelakaan #blora #Sambong #Satlantas #Polres Blora