RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - 125 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan kelas II B Blora sedang menjalani rehabilitasi sosial. Ratusan WBP itu dibimbing melalui program ketahanan pangan pemasyarakatan kewirausahaan oleh institusi penerima wajib lapor (IPWL).
Ketua IPWL Al Ma’laa, Djunaidi mengatakan, program rehabilitasi sosial di rutan Blora itu sedang berlangsung. Setidaknya, ada empat tahap yang akan dilalui para WBP itu.
‘’Yang pertama kami skrining dulu untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba seperti apa. Lalu, kami asesmen untuk mengidentifikasi treatmen,” jelasnya.
Selanjutnya dari hasil orientasi asesmen di Rutan Blora ialah mengintervensi, dengan cara rehabilitasi sosial melalui program ketahanan pangan pemasyarakatan kewirausahaan.
‘’Jadi kami beri bimbingan lanjut pasca rehab lewat program ketahanan pangan itu untuk bisa berwirausaha,” ujarnya.
Menurutnya, dengan cara itu ampuh untuk menuntaskan kecanduan atau adiktif dari barang haram. Terlebih, pihaknya juga membentuk afirmasi positif setiap kali bertemu dengan para WBP agar bisa bangkit dan percaya diri lagi.
‘’Ya memang tahapan sulit itu waktu memulihkan para WBP. Selain itu juga saat menumbuhkan keterampilan juga setelah pulih,” imbuhnya.
Dia mengatakan, para WBP di Blora itu sudah merealisasikan program tersebut dengan baik yaitu budidaya ayam petelor. ‘’Ya seperti budidaya ayam, sayur dan ikan. Kebetulan di Blora ini sudah jalan yang budidaya ayam petelor. Alhamdulillah setiap harinya sudah berhasil bertelur 6 sampai 8 butir,” ucapnya.
‘’Nanti di situ bisa diperjualbelikan di rutan. Karena disediakan kios. Apalagi untuk pemenuhan gizi para WBP juga,” pungkasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana