BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Car free day (CFD) di Alun-alun Bojonegoro, kembali bergeliat setelah sempat diliburkan selama bulan Ramadan. Namun, sejumlah pedagang mulai mengeluhkan adanya kehilangan dan menimbulkan kerugian. Hal ini membuat keamanan dan kenyamanan perlu ditingkatkan.
Fitri, salah satu pedagang CFD mengungkapkan, bahwa dirinya menjadi korban pencurian sejumlah uang yang diletakkan di lapak dagangannya pada Minggu lalu (20/4). ’’Totalnya ada Rp 950 ribu, ya saya taruh di kotak (penyimpanan) itu. Ada juga yang sampai kehilangan HP dan dompet,” ungkapnya kemarin (27/4).
Pedagang makanan risoles itu menambahkan, bahwa setelah kejadian itu ia langsung mencoba mencari tahu melalui kamera CCTV, yang berada tepat di depan kantor Bawaslu. Namun, hingga kemarin (27/4), masih belum tahu ke mana pelakunya. ’’Semoga kian ditingkatkan keamanannya,” harapnya.
Hal senada juga diungkapkan Dewi, pedagang CFD lain di Alun-Alun Bojonegoro. Menurutnya, memang keluhan kehilangan ini juga kerap dirasakan pedagang akhir-akhir ini. ’’Biasanya barang dagangannya yang hilang saat kondisi ramai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Bambang Loemawan hingga kemarin (27/4), masih belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan pedagang tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dishub Bojonegoro Aan Syahabana, hanya menyampaikan bahwa kegiatan CFD saat ini baru dimulai sejak 13 April lalu setelah libur lebaran.
Diketahui, kegiatan CFD digelar atas koordinasi Dinas Perhubungan (Dishub) itu, sudah berlangsung di Alun-Alun Bojonegoro sejak 2014 lalu. Selain sarana olahraga, juga menjadi kreasi para usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Berdasar data dihimpun, pedagang terakhir kali terdata sebanyak 280 pedagang kaki lima (PKL) dari hasil pendataan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) pada 2023. Namun, angka tersebut, berpotensi naik setelah meningkatnya pedagang sejak kembali di Alun-Alun Bojonegoro. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari