BLORA, Radar Bojonegoro - Selama tahun 2024 terdapat 661 laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang ditangani Polres Blora. Di antaranya 154 laporan kejahatan dan polisi baru berhasil mengungkap 117 kasus. Sisanya, 37 kasus masih dalam tahap penyidikan.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan, pada Kamis (2/1) lalu, selama tahun 2024 ada 661 laporan gangguan kamtibmas. Rinciannya, 154 laporan kejahatan kriminalitas, 341 pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring), 153 gangguan terhadap ketentraman dan ketertiban, serta 13 bencana.
’’Untuk kasus kejahatan yang sudah berhasil diungkap sebanyak 117 kasus sisanya masih dalam tahap penyidikan,” ungkapnya. Artinya, Polres Blora masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) menuntaskan laporan 37 kasus kejahatan.
Diketahui, dalam pemaparan kasus yang ditangani polres selama satu tahun itu, juga dilaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti berupa narkoba dan miras sebanyak 1.016 botol miras berbagai merek.
Di tengah penyelesaian kasus yang ditangani Polres Blora, beberapa kasus masih menjadi keresahan warga, seperti yang diungkapkan Hanif, Ketua RW III Kelurahan Balun Kecamatan Cepu.
Sebab, akhir tahun lalu banyak terjadi pencurian di wilayah Balun dan sekitarnya. Ia memaparkan, pencurian terjadi di Panti Asuhan Muhammadiyah Cepu, di tempat tongkrongan yang dibobol pencuri hingga mengakibatkan kerugian jutaan rupiah.
’’Tongkrongan di Lawang Jati, itu sampai kehilangan perangkat komputer dan barang dagangan lain,” ungkapnya. Hanif mengatakan, pihak pengelola juga sudah laporan ke pihak berwajib. Akan tetapi, menurut dia, seperti setengah hati melakukan penanganan.
’’Setelah kejadian itu, pindah di lahan milik kami,” jelas dia. Ia menambahkan, juga pernah terjadi pencurian kambing di Kelurahan Balun. Hingga akhirnya, pelaku tertangkap lantaran ditelusuri lokasi penjualan hasil pencuriannya.
Motor warga yang diparkir di halaman rumah juga raib digondol maling. Beberapa warganya juga melaporkan budidaya ikan lele di Balun Sudagaran dikuras pencuri hingga habis ikannya. ’’Kejadian malam hari. Ikannya semua habis dikuras,” tambahnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana