RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kejadian pembacokan sempat mengagetkan warga di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro pada Rabu sore (12/6) sekitar pukul 18.30 Wib. Terduga pelakunya merupakan oknum perangkat desa setempat berinisial DSS, membacok adik iparnya sendiri yakni ISS.
Bahkan, korban sempat berjalan sendiri dengan bersimbah darah pasca menerima luka di kepala. Sedangkan, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Kalitidu sekitar pukul 19.00 Wib.
‘’Pelaku laporan sendiri ke Babinkamtibmas, katanya habis membacok orang. Sedang yang jadi korban sempat berjalan sendiri ke Puskesmas,” ungkap Kepala Desa (Kades) Ngujo Ahmad Zainudin.
Menurut Kades Zainudin, pihaknya tidak mengetahui apa motif pembacokan tersebut. Dugaannya ada masalah di internal keluarga, karena selama ini rumah yang berada di RT 7 RW 2 tersebut, tak pernah ada laporan adanya pertengkaran.
‘’Mungkin masalah internal keluarga. Karena memang satu rumah dengan adik iparnya. Tapi sebelumnya tak pernah ada laporan,” terangnya kepada radarbojonegoro.jawapos.com.
Zainudin menambahkan, bahwa selama ini terduga yang juga Kasi Pelayanan di desa, selalu menjalankan tugas dengan baik sebagai perangkat, dan termasuk orang yang rajin.
‘’Selama ini saat bekerja di desa tidak pernah ada masalah apa-apa dan selalu mengerjakan tugas. Tapi kalau satu rumah ya sudah ndak tahu,” bebernya kemarin.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Fahmi Amarullah saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kasus tersebut telah ditangani Satreskrim. Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Bojonegoro. Sedangkan korban masih dirawat di RSUD Sosodoro Bojonegoro.
“Pelaku sudah ditahan di Mapolres Bojonegoro,” ungkapnya.
AKP Fahmi menjelaskan, pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan aksinya. Meski proses penyelidikan awal diketahui adanya masalah keluarga. Sebab korban yang berstatus sebagai suami dari adik kandung pelaku (adik ipar) ini sering membuat jengkel pelaku.
“Jadi motifnya masalah keluarga,” jelas Kasat Reskrim AKP Fahmi Amarullah.
Diketahui, pelaku yakni Dian Sandi, 35, membacok adik iparnya berinisial ISS, 49, warga Desa Kandangan, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Dengan menggunakan benda tajam jenis bendo hingga terluka di bagian kiri kepala. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan dalam perisitiwa itu. (dan/cho)
Editor : Hakam Alghivari