BLORA, Radar Bojonegoro - Puluhan warga didominasi emak-emak Dukuh Jape, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung berusaha membongkar paksa delapan warung remang-remang. Lokasinya berada di sebelah timur makam Jape.
Namun, aksi mereka diredam polisi yang datang ke lokasi, Selasa (23/4). Warga khawatir suami mereka kepincut wanita penghibur. Saat penggrebekan, tampak kocar-kacir penghuni warung. Mereka diduga wanita pemandu karaoke.
Salah seorang warga berinisial RM mengatakan, bahwa sudah ada beberapa suami datang warung remang-remang itu. ’’Kami duga warung-warung tersebut digunakan untuk praktik prostitusi liar. Kami tidak mau suami kami menjadi korban,” terangnya.
Warga lain, Suntoro, menjelaskan, tempat itu kerap dijadikan tempat mabuk-mabukan dan praktik pelacuran. ’’Ada puluhan botol minuman keras yang kita kumpulkan untuk dijadikan bukti,” terangnya.
Suntoro juga mengatakan, warga sudah sempat memperingatkan pemilik warung untuk menghentikan aktivitasnya. ’’Aksi kami ini sudah kali ketiga. Kami sudah izin ke polisi dan kecamatan untuk bongkar warung-warung ini. Kami sudah tidak tahan lingkungan kami tercemar nama baiknya,” tegasnya.
Terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Randublatung Sugiyanto mengatakan, bahwa pihaknya mencoba memediasi antara warga dan pemilik warung, agar terjadi kesepakatan terbaik. ’’Kami tidak ingin ada keributan. Agar tetap kondusif,” jelasnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Pujo Catur Susanto mengatakan, ada mediasi antara warga dengan pemilik warung itu. ’’Dari infonya sih warung tersebut berada di tanah bengkok dusun tersebut. Dan, warga tak terima kalau tanahnya digunakan untuk hal negatif,” jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari