Kapolres: Ada Investasi Merugikan Segera Melapor
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Korban-korban penipuan investasi bodong semakin geram atas ulah Egga Ayu yang menghilang. Akhirnya perwakilan korban arisan dan investasi bodong mendatangi Polres Bojonegoro kemarin (29/3) untuk melapor delik dugaan penipuan.
Mereka mewakili sekitar 184 korban arisan dan investasi dilakukan Egga Ayu. Namun dari jumlah tersebut diperkirakan masih banyak korban lainnya. Korban merugi beragam. Dari puluhan juta hingga ada lebih Rp 100 juta. Korban juga sempat mendatangi rumah kontrakan Egga Ayu di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.
Tampak terdapat enam korban mendatangi SPK Polres Bojonegoro. Mereka membawa sejumlah barang bukti dan dokumen. Mulai ajakan investasi melalui WA. Hingga transaksi ke rekening. Berdasar pengakuan korban, pelaku menjanjikan keuntungan 25 persen hanya dalam 10 hari.
Sementara itu, rumah kontrakan Egga Ayu di Desa Ngampel, kemarin petang terlihat tertutup. Lampu teras menyala sejak siang. Rumah menghadap ke selatan itu terlihat sepi.
Salah satu korban tak ingin disebutkan namanya mengatakan, dalam grup WhatsApp (WA) sudah dilakukan pendataan korban-korban arisan dan investasi. Hingga kemarin terdata 184 orang terdata. “Pengisian data melalui WA grup investasi,” ungkapnya kemarin (29/3).
Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Sebab, masih ada anggota di dalam grup WA yang belum mengisi data.
Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, kasus arisan dan investasi tersebut masih didalami penyidik satreskrim. Dan meminta masyarakat yang menjadi korban untuk melapor. “Silakan melaporkan ke Satreskrim Bojonegoro,” ungkapnya.
Kapolres meminta masyarakat Bojonegoro berhati-hati dalam melakukan investasi. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan tidak logis. Kemudian memastikan investasi yang ditawarkan terdaftar dan memiliki izin resmi.
“Ketika menemukan investasi mencurigakan segera melaporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Polres Bojonegoro Iptu Fadil mengatakan, saat ini kasus arisan dan investasi bodong masih dalam proses lidik. Nantinya sejumlah total korban dirilis. “Nanti ada saatnya akan dirilis,” ujarnya. (irv/rij)