Terdapat korban melaporkan ke kepolisian setelah pelaku tidak bisa dihubungi selama dua hari. Juga mendatangi usaha salon pelaku di kawasan Bojonegoro Kota, namun tidak bertemu. Ketika mendatangi rumah orang tua pelaku di Kabupaten Tuban, juga tidak ada kejelasan. Justru pihak keluarga pasrah ketika pelaku dilaporkan ke jalur hukum.
Nuriyatul salah satu korban mengatakan, sudah mengikuti arisan sejak 2020 lalu. Ketika ikut arisan tidak ada kejanggalan. Kemudian beberapa bulan terkahir tertarik mengikuti investasi. Namun, bulan ini tidak ada kejelasan dari investasi tersebut. Sejak dua hari terkahir tidak bisa dihubungi.
“Biasanya setiap tanggal 16 sudah ada informasi (terkait investasi),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (28/3).
Warga Kecamatan Sugihwaras itu mengaku ikut investasi sebesar Rp 34 juta. Sedangkan, korban lainnya ada mencapai ratusan juta. Diperkirakan total kerugian semua korban melebihi Rp 2 miliar. “Investasi mulai puluhan juta hingga ratusan juta. Ada yang Rp 600 juta. Anggota arisan dan investasi berjumlah ratusan dari berbagai daerah, bahkan Jakarta,” jelasnya.
Nuriyatul menjelaskan berbagai upaya sudah dilakukan para korban menuntut kejelasan dan uang kembali. Seperti mendatangi rumah orang tua pelaku di Kabupaten Tuban. “Ingin menyita aset ada di rumah keluarga pelaku, namun tidak ada yang bisa dibawa,” ungkap dia.
Terdapat korban mendatangi usaha salon milik EA di kawasan Bojonegoro Kota. Namun, salon tutup. Selain itu, terdapat korban melaporkan ke kepolisian. Dengan tujuan uang arisan dan investasi kembali, meski tanpa laba. “Terpenting uang kami kembali,” harapnya.
Menurut Nuriyatul, para korban mendapat informasi terkait arisan dan investasi dari grup media sosial (medsos). Sehingga tertarik mengikutinya.
Salah satu warga Kecamatan Kota pernah ikut arisan dan investasi yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sudah mengikuti arisan selama setahun dan berakhir November lalu. Sempat ingin megikuti investasi, namun ragu karena tidak ada kejelasan dari bentuk investasi. “Pernah tanya ke owner-nya terkait penggunaan uang investasi, ternyata tidak ada jawaban,” ujarnya.
Dia mengaku saat ini di dalam grup arisan dan investasi melalui WhatsApp (WA) terdapat sekitar 256 anggota. Namun, diperkirakan ada grup lainnya. Dari informasi dari para anggota lainnya uang yang dibawa kabur mencapai Rp 5 miliar.
Menurut dia, nominal arisan digelar berbeda. Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 25 juta. Juga terdapat arisan berupa iPhone pro max. Sedangkan, terkait investasi tidak mengetahui secara pasti. (irv/rij) Editor : Khorij Zaenal Asrori