BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hasil lelang pohon penghijauan di enam trotoar, mendapat reaksi dari pegiat lingkungan. Total lelang dari 502 pohon bernilai Rp 31 juta, dinilai tak sepadan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Usfri Rarandra pegiat lingkungan dan tanaman menyayangkan penebangan dan lelang dihasilkan. Menurutnya, nilai jasa lingkungan diberikan pohon itu jelas lebih besar dari nominal lelang. Bahkan lebih besar dari nilai proyeknya.
"Bayangkan saja, kalau kita dagang karbon, angka Rp 31 juta itu bisa dikembalikan dalam waktu relatif singkat dari kemampuan serapan pohonnya," bebernya.
Dirinya menambahkan, pemerintah daerah kerap kali melupakan pengaruh negatif dari setiap laku pembangunannya demi proyek yang sifatnya parsial dan tidak berkelanjutan.
Terlebih dengan efek negatif yang ditimbulkan dari penebangan, seperti suhu dan polusi meningkat yang menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat.
"Seharusnya ada cara lain selain menebang pohon yang sudah jadi, agar tidak menghambat pembangunan," pungkasnya. (dan/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto