Embarkasi Haji Bojonegoro Bergeser Kediri

Dewi Safitri • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00 WIB
SUDAH TIBA: Jemaah haji Bojonegoro saat di Bandara Juanda. (KEMENTERIAN HAJI BOJONEGORO)
SUDAH TIBA: Jemaah haji Bojonegoro saat di Bandara Juanda. (KEMENTERIAN HAJI BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Layanan embarkasi haji bagi jemaah asal Bojonegoro direncanakan bergeser dari Surabaya ke Kediri mulai tahun depan. Perpindahan tersebut diklaim bakal memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi calon jemaah haji (CJH).

Salah satu perubahan yang bakal dirasakan jemaah adalah fasilitas penginapan. Jika selama ini jemaah menggunakan Asrama Haji Embarkasi Surabaya, nantinya mereka akan menginap di hotel khusus haji yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bojonegoro Abdullah Hafith mengatakan, fasilitas hotel tersebut akan berbeda dengan asrama haji yang selama ini digunakan jemaah.

Di hotel, satu kamar direncanakan ditempati dua jemaah. Sementara di asrama haji, satu ruangan dapat diisi hingga empat orang. Selain itu, makanan yang disediakan juga bakal menggunakan standar pelayanan hotel.

Baca Juga: Keberangkatan Jemaah Haji Asal Bojonegoro Mulai Tahun 2027 Direncanakan Beralih Menggunakan Embarkasi Kediri

"Embarkasi pindah ke Kediri. Penginapan berbasis hotel. Oleh Pemkab Kediri akan dibangunkan hotel khusus haji," terangnya.

Menurut Hafith, penggunaan hotel juga menjadi sarana pembiasaan bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Terutama bagi jemaah yang belum terbiasa menggunakan sejumlah fasilitas hotel, seperti membuka pintu kamar menggunakan kartu hingga mengoperasikan lift.

Pembiasaan tersebut dinilai penting agar jemaah tidak mengalami kesulitan saat menemukan fasilitas serupa ketika berada di Arab Saudi.

"Fasilitas bagus Kediri. Bandara lebih bagus, hotel lebih bagus," klaimnya.

Selain fasilitas penginapan, Bandara Dhoho Kediri juga dinilai memiliki keunggulan karena dapat melayani pesawat berbadan besar, termasuk Boeing 777. Pesawat tersebut memiliki kapasitas angkut lebih besar sehingga berpotensi mengangkut lebih banyak jemaah dalam satu penerbangan.

"Bandara Kediri bisa pesawat besar, tipe 777, bisa muat lebih banyak. Sementara di Juanda tidak bisa 777 karena Bandara Juanda belum ada landasan pacu," tambahnya.

Hafith menyampaikan, Embarkasi Kediri nantinya direncanakan melayani jemaah dari wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun, ditambah Jombang serta Bojonegoro. Sementara jemaah asal Gresik dan Tuban tetap melalui Embarkasi Surabaya.

Baca Juga: Kartu Nusuk Jemaah Haji 2026 Kini Dibagikan Langsung di Embarkasi: Jaminan Ibadah Tenang dan Legal

Bagi jemaah Bojonegoro, perpindahan embarkasi juga membuat perjalanan kepulangan dari Tanah Suci menjadi lebih praktis. Setelah tiba di Bandara Dhoho, jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan ke Bojonegoro tanpa perlu kembali menginap di asrama haji.

"Dari jarak tempuh Kediri ke Bojonegoro lebih dekat dibandingkan Surabaya-Bojonegoro. Namun, jalan ke Surabaya lebih lebar. Sedangkan ke Kediri jalannya sempit dan berbelok-belok. Ada plus minusnya," pungkasnya. (ewi/zim)

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
calon jemaah haji embarkasi kediri Kemenhaj embarkasi haji