Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jemaah Haji Bojonegoro Diminta Jaga Keselamatan Saat Lempar Jumrah

Dewi Safitri • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:20 WIB
LEMPAR JUMRAH: Jemaah haji Bojonegoro saat persiapan lempar jurmah (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
LEMPAR JUMRAH: Jemaah haji Bojonegoro saat persiapan lempar jurmah (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jemaah haji Bojonegoro terus menjalani rangkaian puncak ibadah haji. Pada 10 Zulhijah, tepatnya kemarin (27/5), para jemaah melaksanakan lempar jumrah aqabah di Mina. Prosesi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam ibadah haji yang diikuti jutaan umat muslim dari seluruh dunia.

Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani, Sholikin Jamik mengatakan, rombongan jemaah Bojonegoro sempat mengalami antrean panjang di Muzdalifah. Meski demikian, seluruh jemaah dalam kondisi aman hingga sampai di Mina.

“Alhamdulillah, jemaah haji Bojonegoro sekitar pukul 05.13 WAS akhirnya bisa diangkut menuju Mina setelah sebelumnya antre panjang di Muzdalifah. Para jemaah juga diminta melaksanakan salat subuh di Muzdalifah,” ujarnya.

Dia menyampaikan, seluruh jemaah haji dunia berkumpul di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqabah. Ibadab tersebut menjadi simbol meneladani Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah Muhammad SAW dalam melawan godaan setan.

Baca Juga: Jemaah Haji Bojonegoro Selesaikan Wukuf Arafah, Mulai Bergerak ke Mina

Namun, di tengah jutaan manusia yang memadati kawasan Mina, faktor keselamatan menjadi perhatian utama. Sholikin menyebut, secara sunnah waktu yang dianggap afdal untuk lempar jumrah memang saat dhuha. Akan tetapi, kondisi lapangan membuat pengaturan waktu dilakukan secara ketat oleh syarikah.

“Keselamatan jiwa lebih diutamakan daripada mengejar keafdalan waktu. Karena jutaan manusia berkumpul pada satu titik,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk jemaah dari Asia Tenggara, seperti Indonesia, biasanya tidak diberi waktu antara setelah subuh hingga jam 12.00. Waktu tersebut biasanya digunakan untuk jemaah haji dengan fisik besar dan tinggi. Maka, jika dibarengkan dengan jemaah haji dari Indonesia, maka akan kalah secara fisik.

"Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh jemaah jangan mengejar keafdalan. Tapi melupakan keselamatan fisik yang seharusnya kita jaga," pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ibadah haji #lempar jumrah #bojonegoro #Jemaah Haji #mina