Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Cuaca di Madinah Tembus 41 Derajat Celsius, Jemaah Haji Lansia Diarahkan Tidak Memaksakan Diri

Hakam Alghivari • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:15 WIB
JAGA KESEHATAN: CJH Bojonegoro saat berada di Madinah, cuaca tembus 41 derajat celsius. Diharapkan menjaga kesehatan untuk kelancaran ibadah. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JAGA KESEHATAN: CJH Bojonegoro saat berada di Madinah, cuaca tembus 41 derajat celsius. Diharapkan menjaga kesehatan untuk kelancaran ibadah. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Cuaca di Tanah Suci menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia. Kondisi ini berpotensi memicu dehidrasi hingga gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik, terutama saat aktivitas ibadah yang cukup padat.

Menurut Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bojonegoro Abdullah Hafidz, kondisi cuaca di Tanah Suci cenderung fluktuatif.

“Untuk cuaca, sempat mencapai 41 derajat Celsius, tetapi informasinya bisa berubah-ubah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Hafidz menambahkan, saat ini jemaah haji Bojonegoro  telah tiba di Madinah, mitigasi telah dilakukan, terutama bagi jemaah lanjut usia. Jemaah lansia diarahkan tidak memaksakan diri beribadah di Masjid Nabawi dan cukup melaksanakan ibadah di hotel, sementara jemaah yang mampu dipersilakan beribadah di masjid.

Baca Juga: Di Mana Jemaah Haji Asal Bojonegoro Menginap di Tanah Suci? Begini Catatan dan Info Jemaah Haji dari Kemenhaj RI, Lengkap Dengan Daftar Hotel dan Jadwal Penerbangan

Jemaah juga diingatkan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gejala seperti pingsan, sesak napas, demam, atau muntah berulang.

Kepala Puskesmas Dander, Evan Nugroho Saap menjelaskan, paparan panas berlebih dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara cepat melalui keringat. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada pusing, pingsan, kulit kering, hingga heat stroke.

“Pencegahan paling sederhana adalah memastikan asupan cairan tercukupi. Jemaah dianjurkan minum setiap 2–3 jam sekali tanpa menunggu haus,” ujarnya.

Selain itu, jemaah juga diminta menghindari paparan langsung sinar matahari dengan menggunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam. Penggunaan tabir surya juga dianjurkan untuk mengurangi dampak paparan panas pada kulit.

Jemaah diimbau tidak memaksakan diri, terutama saat aktivitas fisik tinggi seperti berjalan jauh. Istirahat yang cukup dinilai penting agar kondisi tubuh tetap terjaga selama rangkaian ibadah berlangsung.

Evan juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi jemaah dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan jantung. Mereka diminta tetap rutin mengonsumsi obat dan menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan serta menggunakan masker di kerumunan. (kam)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Tanah Suci #ibadah haji #madinah #Jemaah Haji #haji