RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM– Rasid Sadiman Sodrono, menjadi calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro tertua di musim haji tahun ini. Warga Dusun Karangrejo RT 09 RW 04, Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno ini berusia 93 tahun.
“Usia tertua 93 tahun, atas nama Rasid Sadiman Sodrono dari Karangdayu,” ungkap Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Bojonegoro Abdullah Hafidz kemarin (15/4).
Menurutnya, keberangkatan jemaah lansia tetap mengacu pada pemenuhan syarat istitha’ah kesehatan. Artinya, meski berusia lanjut, jemaah tetap dapat berangkat selama dinyatakan layak secara medis.
Sementara itu, Ketua KBIHU Masyarakat Madani, Sholikin Jami’, menyebut pihaknya juga mendampingi jemaah lansia dengan kondisi kesehatan yang relatif baik. Salah satunya Sadiyem Sadiman Sariyo (86), warga Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem.
Baca Juga: 7 Tips Haji Aman dan Nyaman untuk Lansia 2026: Ibadah Tetap Khusyuk dan Pulang dalam Keadaan Sehat
“Saat dites kesehatan juga sangat baik. Sebelas syarat penyakit yang tidak boleh berangkat itu tidak ada semua,” ujarnya.
Sholikin menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan indikator kesehatan seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat dalam kondisi normal. Hal ini menjadi dasar bahwa jemaah lansia tersebut memenuhi syarat kesehatan untuk berhaji.
Meski demikian, faktor usia tetap menjadi perhatian, khususnya dalam hal mobilitas. Untuk mengantisipasi keterbatasan fisik, pendampingan disiapkan, termasuk penggunaan kursi roda saat diperlukan.
“Kalau berjalan jauh memang agak terbatas, sehingga kami siapkan kursi roda. Pendampingnya juga dari keluarga sendiri,” tambahnya.
Pendampingan bagi jemaah lansia menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah haji, mengingat aktivitas yang padat dan membutuhkan kesiapan fisik. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana