Muhammad Hanif Habibullah, Juara 1 Single Fairway Piala Bakorwil: Cemas saat Melakukan Kesalahan

M. Irvan Romadhon • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:10 WIB
BIBIT UNGGUL: Muhammad Hanif Habibullah Atlet Woodball Cilik asal Kecamatan Balen (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BIBIT UNGGUL: Muhammad Hanif Habibullah Atlet Woodball Cilik asal Kecamatan Balen (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Muhammad Hanif Habibullah langganan juara woodball, mulai di Kejurkab Double Stroke 2025, Double Mix Jatim Open Sidoarjo 2026, Singgle Stroke Piala Rektor Unugiri 2026, hingga Juara  1 Single Fairway Piala Bakorwil Bojonegoro 2026.


M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro.


TERIK matahari selalu dirasakan Muhammad Hanif Habibullah ketika berlatih maupun bertanding. Justru membuat semangat atlet woodball tersebut semakin terbakar. Sehingga termotivasi untuk memenangkan setiap pertandingan. Hanif baru setahun menekuni olahraga asal Taiwan tersebut. Namun, berbagai prestasi telah diraih atlet 9 tahun tersebut. Mulai Juara 3 Kejurkab Double Stroke 2025, Juara 3 Double Mix Jatim Open Sidoarjo 2026, Juara  1 Single Fairway Piala Bakorwil Bojonegoro 2026, hingga Juara 2 Singgle Stroke Piala Rektor Unugiri 2026.

Atlet asal Desa Kenep, Kecamatan Balen tersebut merasa senang dan bahagia atas torehan prestasi diraih. Namun belum puas, terlebih ada target atau cita-cita besar yang sedang dikejar. Tepatnya masuk ke tim nasional woodball Indonesia.

‘’Belum puas, ingin masuk tim nasional woodball,” ungkap siswa MI Muhammadiyah 7 Kenep itu.

Baca Juga: Maryam Aisyah Putri Permatasari: Peraih Medali Perunggu Orion Tingkat Nasional 2026

Hanif sendiri baru Juli tahun lalu menekuni woodball. Berawal dari merasa tak cocok dengan olahraga futsal, kemudian beralih ke olahraga mengunakan bola kayu tersebut. Ternyata lebih nyaman dan bisa berkembang dengan pesat hingga meraih prestasi.

‘’Penasaran, iseng-iseng mencoba lama-lama menjadi ketagihan main,” ungkap siswa kelas 3 tersebut.

Anak bungsu dari dua bersaudara tersebut kini merasa senang bermain woodball. Terlebih bisa mendapatkan banyak teman. Juga menggunjungi berbagai wilayah di luar Bojonegoro ketika mengikuti kejuraan. Meski harus berpanas-panasan ketika bertanding. Hanif masih ingat betul ketika pertama kali meraih juara di kejurkab woodball. Terlebih ketika bertanding sempat gugup dan cemas, hingga melakukan banyak kesalahan. Namun semangat pantang menyerah dan dukungan keluarga membuatnya bisa menyelesaikan pertandingan dan meraih prestasi.

‘’Gugup cemas kalau banyak melakukan kesalahan,” jelasnya.

Dukungan keluarga Hanif tak hanya ketika bertanding. Dalam berlatih juga memberikan suport luar biasa. Termasuk membelikan peralatan woodball sendiri, walau harganya tak murah. (*/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Piala Rektor Unugiri 2026 MI Muhammadiyah 7 Kenep Juara woodball bojonegoro