Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di mata keluarga sebagai pemimpin yang berwibawa dan humanis. Lahir sebagai anak sulung dari enam bersaudara membuatnya memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
IBARAT Perjalanan, menuju puncak destinasi wisata membutuhkan jalan yang terjal dan berliku. Begitu pula perjalanan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Jawa Pos Radar Bojonegoro menemui keluarga jenderal bintang dua tersebut di rumahnya Sabtu (3/9) sore. Perjalanan menuju rumah keluarganya cukup lancar. Tak ada macet meski di tengah kota. Hingga akhirnya bertemu salah satu adik Kapolda Jatim yang akrab disapa Irjen Pol Dekananto tersebut.
Di rumah tengah tepat menghadap jalan raya di sekitar Jalan M.H. Thamrin, Kabupaten Bojonegoro, saudara perempuannya yang enggan disebut namanya itu mulai bercerita.
Baca Juga: Dari Kauman Bojonegoro hingga Mapolda Jatim, Perjalanan Irjen Pol Dekananto Eko Purwono
Mereka enam bersaudara, dan Irjen Pol Dekananto merupakan anak sulung. Lahir di Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota dan terbiasa ngemong (mengasuh, merawat, dan membimbing, red) kelima adiknya.
Bahkan, mereka saling menggenggam erat jika terjadi satu dan lain hal di keluarga.
Perempuan berhijab coklat saat diwawancarai ini mengaku, ada nama penggilan tersendiri untuk pria nomor satu di kepolisian Jatim itu. Keluarga akrab memanggilnya Mas Antok. "Kalau di rumah, kami biasa memanggil beliau Mas Antok. Dulu Mas Antok ini bersekolah di SD (Sekolah Dasar) Ledok Kulon," kata dia.
Kemudian, lanjut dia, karena satu dan lain hal, akhirnya melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumberrejo.
"Kalau di SMAN 1 Sumberrejo ini karena kan ada seleksi masuk SMA-SMA negeri, jadi diikuti prosesnya hingga masuk di SMAN 1 Sumberrejo. Jadi, Mas Antok ini ya ngekost dulu. Di rumah pak kades (kepala desa) sana," lanjut dia.
Dengan mata berbinar dan bangga, ia mengungkapkan, Irjen Pol Dekananto merupakan sosok penting di keluarga. Lahir pada 1972, Irjen Pol Dekananto tahu perjalanan orang tuanya. Bahkan, profesinya saat ini karena banyak pertimbangan. Tumbuh dari ibu yang sempat berjualan gorengan dan ayah pegawai negeri sipil (PNS).
"Almarhum bapak kami itu orangnya disiplin, tapi tetap mempertimbangkan keinginan anak-anaknya dan tidak memaksa. Seperti Mas Antok ini awalnya juga ada pertimbangan mau jadi polisi atau tidak, bapak kami menyarankan masuk di kepolisian hingga akhirnya menyodorkan dua formulir, satunya untuk masuk akpol atau perguruan tinggi. Hingga akhirnya Mas Antok memilih Akpol. Dari keluarga kami itu mbah kung yang polisi," lanjut dia.
Baca Juga: Rekam Jejak Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Jenderal Asal Bojonegoro yang Kini Jadi Kapolda Jatim
Tak hanya dikenal memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, menurut anak kelima ini, Irjen Pol Dekananto juga aktif di sejumlah kegiatan. Tak hanya akademik, tapi juga olahraga. Dia mengungkapkan, Irjen Pol Dekananto semasa pelajar sangat menyukai sepakbola. Juga, pandai belajar Bahasa Jepang secara mandiri.
"Kami lahir dari bapak yang disiplin dan ibu yang sederhana. Kami diajarkan nilai-nilai yang tidak hanya mengacu pada hasil tapi proses. Karena kesibukan, Mas Antok menyempatkan pulang ke rumah saat waktu luang. Meski sehari bisanya tetap berusaha pulang menemui ibu," pungkasnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah