Latihan Dua Minggu, Fokus Kekompakan dan Adaptasi Regulasi
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
KEGEMBIRAAN terpancar jelas dari wajah seluruh pemain dan pelatih tim minisoccer SMAN 3 Bojonegoro. Sorakan kebanggaan suporter mengiringi para pemain mengangkat trofi Juara Pertama Turnamen Bahlil Mini Soccer di Stadion Letjend Soedirman (SLS) pada 15 September lalu.
Lelah para pemain SMA berada di Jalan Monginsidi tersebut terbayar sudah, usai mengalahkan MAN 1 Bojonegoro di partai final turnmaen minisoccer antar SMA pertama di Bojonegoro dengan skor 4-0. Sekaligus memastikan tiket untuk melaju ke putaran provinsi di Surabaya.
Staf Pelatih SMAN 3 Bojonegoro Efendi mengatakan tim pelatih sbersyukur dan bangga atas pencapaian di Turnamen Bahlil Minisoccer Zona Bojonegoro. Prestasi ini bukan hanya tentang berhasil menjadi juara 1. Tetapi mendapatkan penghargaan lain mulai dari pemain terbaik, kiper terbaik, serta tim pelatih terbaik.
Bagi tim SMAN 3 Bojonegoro semua penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, kekompakan, dan komitmen seluruh pemain selama proses latihan hingga pertandingan. Para pemain mampu menunjukkan bahwa bukan hanya memiliki talenta individu, tetapi juga memiliki karakter sebagai sebuah tim.
‘’Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain yang telah berjuang, kepada sekolah, orang tua, dan semua pihak yang selalu memberikan dukungan,” jelasnya.
Menurut Efendi prestasi ini jangan membuat para pemain dan pelatih cepat puas. Justru menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, menjaga sikap, dan meningkatkan prestasi di turnamen-turnamen berikutnya.
‘’Tetap rendah hati, terus berproses, dan bawa nama baik SMAGABO di setiap pertandingan. Terima kasih untuk semua dukungan. Smagabo Lambungkan prestasi, siap memimpin negeri,” ungkapnya.
Persiapan dilakukan tim minisoccer SMAN 3 Bojonegoro hanya kurang lebih 2 minggu sebelum turnamen berlangsung. Persiapan tidak hanya fokus pada latihan fisik, tetapi juga teknik, taktik, mental, dan kekompakan tim.
Selama masa persiapan, latihan berlangsung secara bertahap, mulai dari peningkatan kondisi fisik, penguasaan teknik dasar, latihan kombinasi dan finishing, hingga simulasi pertandingan. Juga memberikan perhatian khusus pada transisi menyerang dan bertahan, komunikasi antar pemain, serta pemahaman peran masing-masing pemain.
Turnamen Bahlil Mini Soccer menajdo turnamen minisoccer pertama di Bojonegoro. Sehingga ada tantangan tersendiri, terutama terkait perbedaan ukuran lapangan dan regulasi pertandingan. Pemain harus cepat beradaptasi karena ruang bermain yang berbeda akan memengaruhi cara mengambil keputusan, pergerakan tanpa bola, passing, dan tempo permainan
Untuk mengatasinya, dalam latihan banyak melakukan simulasi dengan konsep permainan minisoccer. Sehingga pemain terbiasa bermain lebih cepat, memanfaatkan ruang yang ada, dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.
‘’Proses adaptasi tersebut berjalan dengan baik. Pemain mampu menunjukkan perkembangan dari pertandingan ke pertandingan. Bagi kami, hasil yang diraih bukan hanya karena kemampuan individu, tetapi merupakan hasil dari proses latihan, disiplin, kerja sama, dan kemauan pemain untuk terus beradaptasi,” terangnya.
Kepala SMAN 3 Bojonegoro Tri Herwidyatmono bersyukur tim mini soccer smagabo bisa ikut berpartisipasi dalam Turnamen Bahlil Mini Soccer. Bahkan dalam keikutsertaan edisi pertama ini bisa meraih juara.
‘’Semoga kedepan akan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Tri menilai prestasi ini berkat dukungan sekolah, baik guru maupun siswa serta orang tua siswa. Sehingga tim Smagabo bisa menampilkan permainan terbaik.
‘’Semua ini berkat kerjasama yang baik dari semua,” jelasnya. (*/msu)
Editor : Andhika Feriawan