Iffa Masruroh dan Marshal Sundawa sukses merintis usaha kuliner udang keju di Bojonegoro. Mulai dari buka lapak tepi jalan hingga buka outlet di tengah kota.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
BERLOGO nama produk Kasegi dengan warna khas merah dan putih, produk udang keju milik pasangan muda di Bojonegoro ini cukup mudah dikenali. Kawasan Jalan M.H. Thamrin memang terbiasa ramai. Namun, suasana Minggu (6/9) sekitar pukul 18.00 terasa berbeda.
Di balik ramainya antrean tersebut, tersimpan perjalanan panjang pasangan ini dalam membangun usaha. Keinginan memiliki bisnis sebenarnya sudah tumbuh dalam benak Iffa dan Marshal sebelum keduanya menikah. Namun, keinginan itu baru benar-benar diwujudkan pada Februari 2026.
Berawal saat Ramadan, keduanya memberanikan diri berjualan es alpukat dan udang keju di depan Kantor Cabang BRI Bojonegoro. Ide membuat udang keju muncul setelah Iffa, yang akrab disapa Iffa, pernah membuat makanan tersebut untuk suaminya. Respons positif dari Marshal membuatnya semakin yakin untuk mencoba menjadikannya sebagai produk jualan.
Baca Juga: Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro
Permintaan yang terus bertambah membuat keduanya harus menyesuaikan jumlah produksi dengan kemampuan yang dimiliki.
"Di hari kedua kami mulai banyak yang mencoba. Karena banyak permintaan, stok berusaha kami tambah hingga batas kemampuan kami," kata Iffa.
Hasilnya di luar dugaan. Hingga penghujung Ramadan, mereka mampu menjual sekitar 1.000 udang keju.
Usai Lebaran, aktivitas berjualan berpindah ke kawasan car free day (CFD). Dari sana, keduanya mulai melihat peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha. Setelah sekitar dua bulan berjualan di CFD, Iffa dan Marshal akhirnya memutuskan membuka outlet.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika mereka pertama kali berjualan di CFD. Sekitar 1.000 udang keju yang telah disiapkan justru tidak bisa dijual karena kulkas yang digunakan mengalami masalah.
"Harus membuang 1.000 udang keju karena ternyata kulkas yang kami gunakan bermasalah," ujarnya.
Makanan yang sudah dipersiapkan akhirnya harus dibuang. Bagi usaha yang masih dirintis, kehilangan stok dalam jumlah besar tentu bukan perkara kecil. Peristiwa tersebut bahkan membuat Iffa dan suaminya berhenti berjualan di CFD selama sekitar tiga minggu.
Selama berhenti berjualan, pelanggan justru mulai mencari keberadaan mereka.
Baca Juga: M. Aditiya Putra Setyawan Juara 1 Poster Internasional: Ingin Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga
‘’Banyak warga memberikan dukungan dan doa agar kami kembali berjualan," ucap perempuan 27 tahun itu.
Pelanggan mereka pun tidak hanya berasal dari Bojonegoro dan sekitarnya. Untuk pembelian secara daring, pesanan bahkan datang dari sejumlah daerah, seperti Medan, Bogor, Tangerang, hingga Sulawesi. Beberapa influencer juga disebut mulai membeli produk mereka.
Kini, Kasegi tidak hanya menawarkan udang keju. Ada menu baru berupa lumpia udang, sementara sejumlah menu lainnya masih disiapkan.
Editor : Farhan Reza Ardiansyah