Dari Gelanggang, Naura Mengejar Mimpi Jadi Pesilat Nasional: Silat Membuat Naura Punya Banyak Teman

Dewi Safitri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:40 WIB
Dari Gelanggang, Naura Mengejar Mimpi Jadi Pesilat Nasional: Silat Membuat Naura Punya Banyak Teman
PRESTASI : Naura menunjukkan piagamnya. (IST/RADAR BOJONEGORO)

Setiap pertandingan menjadi ruang bagi Naura Putri Maheswari untuk belajar, berjuang, dan membuktikan kemampuan. Di balik prestasinya, tersimpan mimpi besar, menjadi atlet pencak silat yang terkenal di negara tercinta


Dewi Safitri, Bojonegoro


Suara aba-aba menggema dari sudut arena. Di tengah gelanggang, keberanian dan ketenangan diuji dalam setiap gerakan. Bagi Naura Putri Maheswari, pencak silat bukan sekadar pertandingan. Ada semangat, persahabatan, sekaligus mimpi besar yang sedang ia perjuangkan.

Bagi Naura sapaannya, arena bukan sekadar tempat bertanding. Di sana, keberanian ditempa. Keringat menjadi saksi. Dan setiap pertandingan meninggalkan cerita yang tak mudah dilupakan.

Baca Juga: Aries Tuansyah, Fokus Latihan Pemain di Level Akar Rumput: Latihan Kemampuan dan Bentuk Kedisiplinan

Gadis 12 tahun itu mulai mengenal pencak silat pada 24 September 2025. Ketertarikannya bermula ketika mengikuti organisasi silat. Dari sana, ia menemukan dunia baru yang membuatnya jatuh hati. Bukan hanya karena serunya bertanding, tetapi juga karena silat mempertemukannya dengan banyak kawan dan pengalaman.

"Sangat seru, dapat banyak teman, dan bisa menambah pengalaman," kata siswa kelas tujuh SMPN 1 Bojonegoro tersebut.

Perjalanan Naura di dunia pencak silat belum berlangsung panjang. Namun, prestasi mulai mengiringi langkahnya. Dalam SH CUP tingkat kabupaten, Naura meraih juara II. Pengalaman pertama itu menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Pada kesempatan berikutnya, ia tampil di Fighter Championship Harimau Muda tingkat nasional. Hasilnya di luar ekspektasi. Naura menyabet juara I sekaligus dinobatkan sebagai pesilat terbaik.

Prestasi tersebut tentu bukan datang tanpa perjuangan. Ada rasa sedih ketika hasil pertandingan tak sesuai harapan. Bahkan, Naura mengaku sempat merasa telah mengecewakan orang tuanya. Namun, perasaan itu tak dibiarkan berlama-lama.

Ia memilih bangkit. Berlatih lagi. Berjuang lagi. Sebab, baginya, kalah bukan alasan untuk berhenti.

Di balik semangat itu, ada sosok ibu yang selalu menjadi sandaran. Ketika kemenangan belum berpihak, sang ibu tetap memberikan semangat. Dukungan tersebut menjadi bahan bakar bagi Naura untuk kembali berdiri dan pantang menyerah.

"Paling suka disupport orang tua dan mendapat juara sesuai ekspektasi," terangnya.

Baca Juga: Chasya Fazila Kenar Pawestri, Pemanah Cilik Berprestasi: Ingin Masuk Sekolah Kedinasan Jalur Atlet

Menariknya, Naura tak ingin menikmati dunia silat seorang diri. Ia mengajak teman-temannya yang memiliki minat serupa untuk ikut berlatih dan mengenal pencak silat. Dari gelanggang, lingkar pertemanannya pun semakin luas.

"Saya mengajak semua teman-teman saya yang minat dengan silat. Sekarang, saya mempunyai banyak teman," ceritanya.  (*/zim)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
SH CUP Fighter Championship Harimau Muda support orang tua smpn 1 bojonegoro pencak silat