Masa-masa sekolah dasar (SD) menjadi momentum emas mengembangkan bakat dan prestasi. Layaknya Chasya Fazila Kenar Pawestri yang kini duduk di bangku kelas VI SDN Banjarsari dan berhasil meraih sejumlah juara nasional.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
TERIK matahari mulai menyingsing. Chasya Fazila Kenar Pawestri terlihat mulai mengenakan tas favoritnya. Tas yang biasa ia pakai untuk berangkat ke lokasi latihan panahan. Hari-hari dijalani seperti pada umumnya. Pagi berangkat sekolah hingga malam kembali tidur. Tapi, ada yang menarik dari kegiatannya. Ia selalu bersemangat belajar dan menekuni panahan.
Cabang olahraga (cabor) yang baru ditekuni di antara keluarga lainnya. Jika kedua kakaknya bergelut di badminton, Chasya lebih memilih olahraga yang disebut sebagai salah satu favorit Rasul ini. Ninik Sri Handayani, ibunda Chasya mengungkapkan, awal mula pelajar sebelas tahun itu menyukai panahan bermula saat berlatih ketika duduk di bangku kelas III. Dilakukan di Bojonegoro Archery Center (BAC) yang berada di GOR Panahan I Gede Nyoman Budiana, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.
Seiring berjalannya waktu, lanjut Ninik, putri ketiganya itu semakin menyukai panahan dan memiliki kemauan sendiri untuk terus berlatih hingga mengikuti kompetisi. Dukungan dan pendampingan orang tua pun ia dapatkan dalam proses perkembangannya. "BAC ini di bawah naungan Ibu Nyoman atau Endah Sulistyorini sebagai penasihat," tuturnya.
Baca Juga: M. Aditiya Putra Setyawan Juara 1 Poster Internasional: Ingin Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga
Dari situ, lanjut dia, Chasya kini meraih sejumlah prestasi, khususnya tingkat nasional. Di antaranya Juara 1 Divisi Nasional U13 Putri Kejurprov di Pandaan 2026; Juara 1 Mixed Team Divisi Nasional U13 Kejurprov di Pandaan 2026, Juara 1 Divisi Nasional Porkab Bojonegoro; Juara 2 Aduan Individu U13 Standarbow Kejurnas Kudus 2026; Juara 1 Aduan Individu U13 Standarbow Jatim Series 2 di Malang 2026; Juara 1 Babak Kualifikasi U13 Standarbow Jatim Series 2; hingga Juara 1 Mix Team U13 Standarbow Jatim Series 2.
"Bagi Chasya, kemenangan dalam perlombaan tidak hanya dilihat dari hadiah yang diperoleh, tetapi lebih kepada apresiasi atas usaha, kedisiplinan, dan proses latihan yang telah dijalani," tuturnya.
Orang tua, lanjut dia, memberikan dukungan dan apresiasi setiap Chasya mendapat prestasi, sekaligus mengajarkan agar tetap rendah hati dan tidak cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai. Menurutnya, impian Chasya membanggakan. Ingin sekolah kedinasan melalui jalur atlet.
Chasya membenarkan hal tersebut. Ia membuktikannya dengan mengikuti sejumlah perlombaan dan tetap mempertahankan nilai yang cukup tinggi di kelas. Bahkan, ia menyukai mata pelajaran (mapel) Matematika. "Aku paling suka Matematika. Aku pernah peringkat 1 di kelas. Aku ingin masuk sekolah kedinasan melalui jalur atlet. Untuk itu akh ingin masuk sekolah olahraga di Ragunan," ungkap pelajar SDN Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu. (*/zim)
Editor : Andhika Feriawan