Sakha Wiratama Abiyyu, Juara Catur Bojonegoro Tingkat Provinsi, Belajar Catur sejak TK

Dewi Safitri • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:30 WIB
JUARA CATUR: Sakha Wiratama Abiyyu berhasil menjuarai catur tingkat provinsi. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JUARA CATUR: Sakha Wiratama Abiyyu berhasil menjuarai catur tingkat provinsi. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Medali yang terkalungkan di leher, piala berjejer, dan rentetan piagam penghargaan yang diraih Sakha Wiratama Abiyyu, menjadi bukti telah sukses mengalahkan lawannya dari berbagai daerah.

DEWI SAFITRI, Bojonegoro.


SUASANA tegang menyelimuti pertandingan. Di hadapan Sakha Wiratama Abiyyu, sebuah papan catur menjadi medan pertarungan. Setiap bidak digerakkan dengan penuh perhitungan.

Lawan di seberang meja pun bukan pecatur sembarangan. Namun, bocah 11 tahun itu tidak gentar. Dengan tenang, dia membaca setiap langkah dan mencari celah untuk membalikkan keadaan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Bojonegoro, Rampung dalam Setahun, Ajang Uji Gagasan dan Kajian Sejarah

Perlahan, permainan memasuki fase yang menentukan. Sakha tetap bertahan dengan strateginya. Hingga akhirnya, kemenangan berhasil diraih. Lawan yang semula dianggap lebih unggul justru harus menerima kenyataan. Bahwa, telah terkalahkan.

Kemenangan dalam kompetisi di Surabaya itu menjadi pengalaman berkesan bagi siswa kelas 5 MIN 1 Bojonegoro tersebut. Meski setelahnya Sakha harus bermain remis (imbang) dua kali, perjuangannya tetap berbuah manis. Dia berhasil membawa pulang juara III.

"Kemarin ini lomba di Surabaya. Saya bisa mengalahkan lawan yang saya rasa kemampuannya di atas saya. Tetap bangga, bisa mengalahkannya dan juara III," kisahnya.

Baca Juga: Bukan Sarangan, Ini Pesona Senja Waduk Greneng di Tunjungan

Catur bukan hal baru bagi Sakha. Dia telah mengenal permainan tersebut sejak duduk di taman kanak-kanak (TK). Sang ayah menjadi orang pertama yang mengenalkannya pada dunia catur.

Rasa penasaran membuat Sakha terus belajar. Permainan yang membutuhkan strategi itu akhirnya menjadi sesuatu yang disukai. Bahkan, telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

“Seru dan perlu strategi dalam mengalahkan lawan,” ujar Sakha.

Bagi Sakha, setiap pertandingan selalu menghadirkan tantangan berbeda. Pecatur dari berbagai daerah datang dengan kemampuan dan trik bermain berbeda. Namun, selalu ada cara bagi Shaka untuk mempelajarinya. Tak kalah lihai, ia melawan setiap lawan dengan trik khusus untuk memenangkan pertandingan.

Baca Juga: Warga Samin Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter: Dijahit Tiga Hari Bersama Keluarga

"Paling suka bertemu orang dari berbagai daerah dan akhirnya memiliki banyak teman," ujarnya.

Di balik langkah hebatnya di dunia catur. Ada dukungan dari ayah, ibu yang sengiringi jalan Sakha. Teman-teman serta pihak sekolah juga turut memberi semangat. Dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi Sakha untuk terus berlatih dan mengejar prestasi.

"Saya ingin membahagiakan dan membanggakan semuanya," kata anak laki-laki tinggal di Mulyoagung, Bojonegoro tersebut.

Baca Juga: AKBP Yenni Diarty, Kapolres Perempuan Pertama di Bojonegoro: Lahir dari Ibu Penjual Pempek

Ke depan, Sakha ingin menjadi pemain catur terbaik di level-level selanjutnya. Dia juga memiliki cita-cita menjadi TNI.

"Ingin menjadi TNI dan tetap bermain catur hingga level tertinggi," harapnya.

Kepada teman-teman, khususnya pecatur di Bojonegoro, Sakha berpesan, agar tidak menunggu prestasi datang dengan sendirinya. Prestasi harus dijemput dengan latihan, kerja keras, dan doa. (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
Sakha Wiratama Abiyyu catur bojonegoro