Warga Samin Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter: Dijahit Tiga Hari Bersama Keluarga

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:10 WIB
KIRAB BENDERA: Masyarakat Samin kirab bendera merah putih 81 meter, diharapkan membakar semangat kebangsaan dan terus menjaga persatuan dan kesatuan. ( ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
KIRAB BENDERA: Masyarakat Samin kirab bendera merah putih 81 meter, diharapkan membakar semangat kebangsaan dan terus menjaga persatuan dan kesatuan. ( ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Dari wilayah ujung barat Bojonegoro, Tokoh Kelima Komunitas Masyarakat Samin menjahit bendera sepanjang 81 meter, sesuai usia Republik Indonesia (RI). 


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


BENDERA merah putih sepanjang 81 meter membentang di Kampung Samin, Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Selasa (18/8). Bukan sekadar ukuran yang ingin ditonjolkan. Di balik kain merah dan putih itu, ada harapan besar. Tertuang semangat perjuangan pascakemerdekaan.

Sejarah panjang tentang perjuangan masyarakat Samin penganut ajaran Samin Surosentiko saat sebelum kemerdekaan tak bisa dilupakan. Titik-titik perlawanan dari daerah kecil ini dalam menolak membayar upeti menjadi bukti keberanian. Semangat itu kini tak pernah padam. Hanya, ada pergeseran menyesuaikan zaman.

Tak lagi masa perang dengan mengangkat senjata, Komunitas Masyarakat Samin terus menunjukkan eksistensi menyambut dan merayakan HUT NKRI. Tercatat, kali ketiga ini menjahit bendera merah putih sepanjang usia kemerdekaan.

Tokoh Kelima Ajaran Samin Surosentiko, Bambang Sutrisno mengungkapkan, kirab bendera panjang hingga puluhan meter itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Baca Juga: Gemantara Dharma Praja Smada Tappra Tampil Memukau di Upacara HUT Kemerdekaan RI: Latihan Pagi, Sore

Sekaligus momentum untuk mengajak masyarakat kembali menguatkan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta terhadap tanah air. Pada 2023, pria akrab disapa Bambang Tris itu menjahit bendera merah putih sepanjang 78 meter. Kemudian, di 2025 sepanjang 80 meter. Dan tahun ini menjahit sepanjang 81 meter.

Ia mengatakan, proses penjahitan bendera itu tak dilakukannya sendiri, melainkan bersama keluarga. Bahkan, tak cukup waktu lama hingga berminggu-minggu atau bulan. Ia mengaku, bendera merah putih itu rampung digarap selama tiga hari saat waktu luang di siang dan malam hari. "Bendera ini sata buat dan jahit bersama keluarga," katanya.

Dia melanjutkan, kirab bendera itu tak langsung dilakukan saat 17 Agustus. Tapi sehari setelahnya, yakni Selasa. Mulai pukul 08.00 dari Monumen Tugu Samin dan berakhir di Lapangan Kampung Samin, Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo. Menariknya, lanjut pria anak satu ini, kirab kali ini tidak hanya satu bendera, tetapi tiga sekaligus dari bendera-bendera sebelumnya.

Bendera sepanjang 81 meter berada di barisan terdepan, kemudian disusul bendera sepanjang 80 meter. Sementara itu, bendera 78 meter dibentangkan di area lapangan yang menjadi titik akhir kegiatan. Menurut dia, kehadiran bendera-bendera berukuran panjang tersebut diharapkan mampu menjadi simbol semangat kebangsaan sekaligus menggugah masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kirab ini terbuka untuk masyarakat unum. Warga dari berbagai kalangan dipersilakan ikut ambil bagian dalam perjalanan kiran dengan membawa dan membentangkan merah putih dari titik start (awal, red) hingga lokasi finish (akhir, red)," pungkasnya. (*/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Warga samin Kecamatan Margomulyo bojonegoro samin Kirab Bendera