Riuh tawa menghiasi 185 peserta Jambore Sako PK-PLK. Di tengah keterbatasan, peserta dari 13 gudep tersebut menunjukan bahwa apapun batasnya, bisa ditaklukan dengan keberanian.
DEWI SAFITRI, Bojoneogoro.
Ada langkah yang tak selalu sempurna. Namun, semangatnya menggetarkan jiwa. Di tengah keterbatasan, keberaniannya mencuat. Tidak hanya tumbuh, tapi juga membesar hingga ke akar.
Merekalah 185 peserta pramuka berkebutuhan khusus yang tiada lelah menunjukan yang terbaik pada kegiatan Jambore Satuan Komunitas (Sako) Rintisan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK).
Baca Juga: Yanuar Andika, Pelatih Linsensi B Diploma Asal Purwosari: Bangun Karakter Anak lewat Sepak Bola
Selama tiga hari, tepatnya mulai 10-12 Agustus 2026. Bumi Perkemahan Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk terasa berbeda. Riuh suara dan tawa anak-anak memenuhi ruang kemah. Di antara tenda-tenda yang berdiri, semangat peserta Pramuka berkebutuhan khusus tumbuh layaknya api unggun yang menghangatkan di tengah malam.
Tahun ini menjadi catatan pertama bagi Bojonegoro. Jambore Pramuka bagi siswa berkebutuhan khusus digelar untuk kali pertama. Sebanyak 13 gugus depan (gudep), SLB negeri dan swasta se-Kabupaten Bojonegoro berkumpul dalam Jambore Sako PK-PLK.
Menjadi ruang belajar yang tak mengenal sekat. Mereka tidak hanya belajar tentang kepramukaan. Tetapi juga tentang keberanian melangkah, bekerja bersama, berkarya, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Baca Juga: 1.500 Ayam Dipanggang Bersama Sepanjang 100 Meter di Ledok Kulon
‘’(Jambore Sako PK-PLK) Pertama dalam sejarah,’’ ujar Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro, Bangun Setiyawan Nugroho.
Menurut sosok kerap disapa Kak Bangun tersebut, selain melatih mandiri, dalam Jambore Sako PK-PLK ini juga mempraktikan pengalaman yang didapatkan peserta selama di gudep.Termasuk, melatih jiwa kepemimpinan.
Dalam kegiatan ini, semua guru turut mendampingi para peserta kebutuhan khusus. Tampak komitmen yang luar biasa di sini. Termasuk dari para orang tua. Juga, hal-hal hebat lainnya. Bahkan, ketika baris berbaris, semua peserta tampak rapi dan tertib.
‘’Membahagiakan, terharu melihatnya,’’ ungkapnya.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, Nurul Azizah mengapresiasi atas antusiasme peserta Jambore dengan penuh semangat. Menurut Wabup Bojonegoro tersebut, Jambore menjadi momentum penting untuk memberikan pengalaman, membangun rasa tanggung jawab, dan menumbuhkan kepercayaan diri peserta. Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan meraih keberhasilan.
Baca Juga: Naufalyn Alesha Rabbani, Juara Renang Tingkat Jatim: Kuncinya Kekompakan dan Percaya Diri
"Dengan keterbatasan-keterbatasan, tetapi kalau semangat, maka sukses akan ada di depan kita," tegasnya.
Jambore ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-65 Pramuka, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro. Lebih dari itu, bagi 185 peserta, kegiatan ini menjadi cerita yang memiliki kesan tersendiri.
Tentang tenda yang dihias bersama. Tentang panggung yang pernah ditaklukkan. Tentang teman-teman baru. Dan tentang satu keyakinan, bahwa setiap anak memiliki cara sendiri untuk bersinar. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari