Berawal dari cedera lutut, Yanuar Andika banting setir dari pemain menjadi pelatih sepak bola. Pengalaman melatih berbagai klub sudah dirasakan dan kini menjadi asisten dari Samsul Arif di Persibo U-17.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
PENUH semangat Yanuar Andika menceritakan perjalanan karirnya sebagai pelatih sepak bola. Sekaligus bernostalgia perjuangan menjadi pelatih sepak bola di Bojonegoro.
Karir Andika sebagai pelatih bermula ketika mendapatkan cedera lutut saat bermain sepak bola. Sehingga memaksa menepi sementara dari dunia sepakbola. Setelah sembuh berusaha untuk bangkit bermain sepakbola lagi namun pada akhirnya cerdera itu kambuh lagi.
‘’Dari situ terpukul harus terhenti cita-cita menjadi pemain sepakbola hingga akhirnya saya mengambil kepelatihan sepakbola lisensi D Nasional agar bisa menuntaskan cita - cita sebagai pemain sepakbola melalui anak didik saya,” jelas pelatih asal Desa/Kecamatan Purwosari itu.
Berbekal ilmu dasar kepelatihan tersebut Andika terus melatih di klub PSP Purwosari hingga beberapa tahun. Hasilnya prestasi membanggakan di tingkat Bojonegoro diraih. Tepatnya Kompetisi Internal ASKAB PSSI Bojonegoro.
Baca Juga: Elsyaralle Adonia Ramadhan, Juara 3 Tenis Nasional 2025: Tantangannya Menjaga Konsistensi Latihan
‘’Semakin penasaran tentang ilmu kepelatihan dan mengikuti Kursus Sepakbola Lisen C AFC di Malang dan bisa mengikuti hingga Lisensi B Diploma PSSI,” jelas Waka Kesiswaan SMAN 1 Cepu itu.
Andika tertarik menjadi pelatih sepak bola ingin menuntaskan cita cita menjadi pemain sepakbola profesional yang sempat terhenti. Juga dengan menjadi pelatih mempunyai cita - cita untuk bisa menjadikan anak didik menjadi pemain sepakbola profesional.
Klub yang pertama Andika latih adalah PSP Purwosari, kemudian mendapatkan kesempatan menjadi Asisten Pelatih Tim Sepakbola Porprov Kabupaten Bojonegoro 2015 dan 2019. Kemudian Pelatih Bojonegoro FC Liga 3 Jawa Timur 2019 – 2021 hingga Persibo Bojonegoro U-17 di Piala Soeratin Cup U-17 Jawa Timur 2025.
Pembina PSP Purwosari tersebut ingin berbagi ilmu kepelatihan sepakbola yang didapatkan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan bermain sepakbola anak - anak yang berlatih di klubnya. Selain itu, ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga dari anak-anak didik dengan harapan bisa menjadi pemain profesional serta mendapatkan gaji digunakan untuk membantu keluarga. Hingga ingin mengaplikasikan ilmu. Sehingga bisa berinovasi dalam mendesain program latihan di klub.
‘’Sedekah ilmu," jelas pelatih porprov Bojonegoro pada 2015 dan 2019 itu.
Menurut Andika menjadi pelatih sepakbola ada suatu amanah mulia. Terlebih mempunyai tanggungjawab untuk memberikan yang terbaik untuk klub maupun pemain. Sehingga berkembang dan meraih prestasi.
‘’Di sepakbola secara tidak langsung membentuk karakter anak - anak untuk menumbuhkan sikap bertanggungjawab, pantang menyerah, kerja sama dan belajar menyelesaikan permasalahan - permasalahan di dalam lapangan agar bisa meraih kemenangan dan di situlah kemandirian anak secara tidak langsung juga terbentuk. Jika itu berhasil maka akan menjadi kebanggan bagi pelatih,” terang pelatih Persibo U-17 musim lalu tersebut.
Baca Juga: Rohmatul Fardani Maulidia, Juara 2 Pencak Silat Internasional: Berawal dari Ajakan Teman SMP
Terkait kerja sama dengan Samsul Arif di Persibo u-17 musim ini, Andika mengaku bekerja sama dengan salah satu pemain legenda Bojonegoro merupakan suatu hal yang sangat berharga. Terlebih Samsul memiliki segudang pengalaman selama menjadi pemain. Sehingga akan banyak ilmu bisa diambil. Selain itu juga bisa meneladani pola hidup Samsul yang bisa tetap berprestasi hingga mencapai usia diatas 40 Tahun.
‘’Kalau dalam kepelatihan baru pertama kali bekerjasama dengan Samsul Arif namun ketika masih sama - sama bermain pernah bermain bareng. Dan memang sejak kecil Samsul sudah mempunyai bakat alami sepakbola,” jelasnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah