Elsyaralle Adonia Ramadhan, Juara 3 Tenis Nasional 2025: Tantangannya Menjaga Konsistensi Latihan

Dewi Safitri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:20 WIB
JUARA NASIONAL: Elsyaralle Adonia Ramadhan berhasil meraih Juara 3 Tenis Nasional 2025 (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
 
JUARA NASIONAL: Elsyaralle Adonia Ramadhan berhasil meraih Juara 3 Tenis Nasional 2025 (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)  

Darah atlet Elsyarallee Adonia Ramadhan mengalir ayahnya. Dunia olahraga bukan sesuatu asing. Sosok ayah menjadi teladan, pintu pertama Els mengenal dunia tenis lapangan.


 DEWI SAFITRI, Bojonegoro.


 GADIS 11 tahun yang akrab disapa Els itu mulai mengenal tenis sejak usia tujuh tahun. Kala itu, hanya anak kecil yang senang mengikuti ayah bertanding. Dari pinggir lapangan, matanya menyaksikan raket yang terayun, bola yang melesat, dan semangat para pemain mengejar kemenangan.

Dari kebiasaan melihat itulah ketertarikan tumbuh. Perlahan, Els tak lagi sekadar menjadi penonton. Ia mulai menekuni olahraga tersebut dengan semangat.

Bakat olahraga yang dimilikinya semakin terasah karena dukungan keluarga. Latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia atlet membuat Els mendapatkan motivasi sejak dini. Lapangan tenis pun menjadi ruang baginya untuk tumbuh, belajar, sekaligus membuktikan kemampuan.

Baca Juga: Ghossan Al-Faruq Tuansyah, Langganan Juara Bulu Tangkis: Bercita-cita Menjadi Juara Dunia

"Berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang atlet. Sehingga, mendapat dukungan dan motivasi sejak kecil," kata siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro tersebut.

Perjalanan itu membawanya mengikuti berbagai turnamen. Mulai tingkat korwil, kabupaten, provinsi, hingga nasional pernah dijajal. Bahkan, gadis cilik asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro tersebut pernah meraih Juara 3 Kejuaaran Tenis Korwil 2023 dan Juara 3 Kejuaraan Tenis Nasional 2025.

Bagi Els, setiap pertandingan meninggalkan cerita. Bertemu atlet dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang tak ternilai. Momentum belajar, bahwa setiap lawan memiliki kekuatan dan karakter permainan berbeda.

Baginya, pertandingan bukan sekadar perkara menang dan kalah. Ada mental yang ditempa, sportivitas yang dijaga, dan keberanian untuk kembali berdiri setelah menghadapi kegagalan.

"Bagian yang paling saya sukai, saat bertanding dan menguji kemampuan hasil latihan. Serta, merasakan kepuasaan ketika berhasil mencapai target yang telah ditetapkan," terangnya.

NAIK PODIUM: Elsyaralle Adonia Ramadhan menerima hadiah dan piala Juara 3 Tenis Nasional 2025 di atas podium.
NAIK PODIUM: Elsyaralle Adonia Ramadhan menerima hadiah dan piala Juara 3 Tenis Nasional 2025 di atas podium.

Menjaga konsistensi latihan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, Els harus membagi waktu antara pendidikan dan olahraga. Disiplin, menjaga kondisi fisik, serta berpikir positif menjadi kunci agar keduanya tetap berjalan beriringan.

Dari bakat berbuah prestasi yang berhasil diraihnya, ada dukungan besar dari orang tua, pelatih, dan teman-teman. Mereka menjadi penyemangat ketika latihan terasa berat dan pertandingan menghadirkan tekanan.

Baca Juga: Naufalyn Alesha Rabbani, Juara Renang Tingkat Jatim: Kuncinya Kekompakan dan Percaya Diri

Els mengatakan, ingin terus meningkat kemampuan tenis lapangan. Meraih prestasi lebih tinggi dan mengharumkan nama daerah, keluarga, serta sekolah.

"Ingin menjadi atlet tenis yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Serta, terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga," pungkasnya. (*/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Konsisten Juara SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Kegagalan keberanian